Sumber : sehatq.com

Pedomanbengkulu.com, Seluma – Nonaktifnya kartu BPJS Kesehatan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kabupaten Seluma mulai berdampak kepada peserta. Seorang bocah bernama Andreas Agesta (12) penderita Thalasemia tidak bisa menjalani pengobatan, yang sedianya dilakukan di salah satu rumah sakit di Kota Bengkulu pada selasa (4/8/2020).

Andreas yang merupakan warga desa Tanah Abang kecamatan Ilir Talo tersebut, harus menjalani tranfusi darah di rumah sakit. Namun karena kepersertaan Jamkesda yang saat ini nonaktif karena anggaran tak tersedia, menyebabkan ia hanya bisa mengadu ke Dinkes Seluma dan kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Seluma.

“Sejujurnya sangat terbantu dengan adanya BPJS Jamkesda ini, karena kalau dulu mau berobat biayanya mahal, satu kantong darah harganya 600 ribu, belum lagi obatnya 1 pil 50 ribu” jelas Sudarman, ayah dari Andreas saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Seluma (4/8/2020).

Dijelaskan Sudarman, sakit yang diderita anaknya tersebut sudah dialami sejak masih berumur enam setengah bulan, hingga saat ini terus berobat rutin. Saat ini Andreas yang duduk di kelas enam SD harus terus menjalani pengobatan.

“Waktu pertama kali lahir dulu badannya memang agak besar, dan dibagian dekat mata ini menguning. Sekarang harus terus berobat, kapan dia capek, sakit, harus dibawa ke rumah sakit di Bengkulu. Sekarang bagaimana, Jamkesda saja sudah tidak aktif” jelas Sudarman yang sehari harinya bekerja sebagai petani tersebut.

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Seluma, Ricco Hanggara menyatakan, Andreas harus mendaftar sebagai peserta BPJS Mandiri bila ingin tetap mendapatkan pengobatan, namun harus diproses terlebih dahulu.

“Solusinya mendaftar BPJS mandiri untuk sementara, siapkan dokumennya nanti diproses” jelas Ricco. [IT2006]