PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Beredarnya surat rekomendasi bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu periode 2020-2024 dari Dewan pimpinan pusat Partai Gerindra disangsikan kader partaiĀ  berlambang kepala garuda ini.

Padahal rekomendasi itu ditujukan kepada dewan pimpinan daerah partai Gerindra Provinsi Bengkulu.

Rekomendasi yang keluar langsung ditanda tangani oleh dewan pimpinan pusat partai gerindra yaitu ketua dewan pembina/ketua umum Prabowo Subianto dan sekretaris jenderal Ahmad Muzani. Surat itu ditembuskan kepada Agusrin M Najamuddin dan Imron Rosyadi.

Surat rekomendasi yang mengatasnamakan dewan pimpinan pusat partai Gerindra ini menyampaikan bahwa berdasarkan hasil rapat badan seleksi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dewan pimpinan pusat partai Gerindra bahwa ada beberapa poin hasil rapat.

Yang pertama, DPP Partai Gerindra menyetujui dan merekomendasikan Agusrin M Najamuddin sebagai bakal calon gubernur provinsi bengkulu periode 2020-2024, dan Imron Rosyadi sebagai bakal calon wakil gubernur provinsi bengkulu periode 2020-2024.

Yang kedua, untuk itu DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu agar segera melakukan koordinasi dengan bakal calon Gubernur dan bakal calon wakil gubernur provinsi Bengkulu dalam hal persiapan pencalonan tersebut.

Yang ketiga, selanjutnya DPP Partai Gerindra mengamankan dan memenangkan pencalonan gubernur dan wakil gubernur ini dengan mengarahkan semua potensi yang ada serta melibatkan anggota DPRD, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten/kota serta pengiris DPC, PAC dan ranting partai Gerindra di daerah pemilihan Provinsi Bengkulu.

Yang keempat, bahwa rekomendasi yang dikeluarkan DPP Partai Gerindra tertanggal Jakarta, 4 Agustus 2020 dengan nomor surat 08-913/Rekom/DPP-Gerindra/2020 harus segera dilaksanakan.

Menyikapi hal tersebut Anggota DPRD Kota Bengkulu yang juga selaku Ketua Fraksi Partai Gerindra Nuzuludin mengatakan bahwa secara secara format surat rekomendasi dari DPP Partai Gerindra itu sudah sudah benar.

“Secara format surat benar Gerindra, tapi kita belum yakin,” kata dia.

Dari surat rekomendasi itu keluar sesuai tanggal di surat, sampai hari ini surat rekomendasi dari DPP Gerindra tersebut belum ada penyerahannya kepada tingkat pengurus di provinsi kabupaten dan kota.

“Sampai saat ini belum ada penyerahan rekomendasi dari DPP Gerindra ke calon Gubernur di tingkat pengurus provinsi maupun kabupaten kota juga belum ada tembusan surat tersebut. Artinya belum final dan masih mungkin berubah,” ungkap Nuzuludin. [Soprian]