Kampus Universitas Bengkulu (Foto: unib.ac.id)

Universitas Bengkulu (unib) memutuskan untuk menutup 3 Fakultas dan sejumlah kebijakan penting sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona (covid-19) di lingkungan Universitas Bengkulu menyusul salah satu dosennya diketahui positif covid-19.

“Kita sudah mengeluarkan Surat Edaran Rektor kemarin. Jadi SE Dekan untuk WFH (Work From Home) sudah beredar antara lain Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis,” kata Yar Johan, Sekretaris tim gugus covid unib, Kamis (6/8/2020).

Ia mengatakan, SE tersebut dikeluarkan terkait sebelumnya ada salah satu keluarga dosen yang positif covid 19. Hingga waktu yang belum ditentukan seluruh karyawan di 3 fakultas tersebut diminta untuk bekerja di rumah masing-masing.

Namun demikian, ternyata saat ini justru ada dosen yang positif covid-19 dan akhirnya membuat pihak unib mengambil kebijakan tambahan, yaitu melakukan tracking dan rapid test atau swab test kepada yang pernah melakukan kontak dengan dosen yang dinyatakan positif covid-19.

“Tim gugus covid unib sudah minta dilakukan tracking jadi bukan hanya WFH, dan sudah dilakukan oleh fakultas. Selain itu yang pernah kontak dengan yang bersangkutan harus dilakukan rapid test atau tes swab,” jelasnya.

Selain itu, juga akan dilakukan penyemprotan disinfektan kepada seluruh gedung di unib dan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu dalam upaya penanganan covid-19 di unib, meski pihaknya meminta untuk tetap merahasiakan nama dosen yang terinfeksi covid-19 dalam upaya penanganan tersebut.

“Kita sudah koordinasi dengan Dinkes Provinsi, tracing akan dilakukan. Sementara kita tidak bisa menyampaikan nama yang terkena covid 19, ini langsung dari pimpinan,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut dinilai sudah cukup. Ia memastikan kebijakan yang diambil pihaknya sudah terukur dan tidak perlu melakukan penutupan seluruh kampus seperti yang dilakukan kampus UGM dan UNAND yang seperti diketahui beberapa dosennya juga terinfeksi covid-19.

“UGM dan UNAND (juga) hanya fakultasnya yang WFH. Kita lokalisir saja, semoga segera membaik. Kita (juga) selalu berkoordinasi dgn tim FKIK, jadi keputusan yang diambil Insya Allah terukur,” katanya. [Ricky]