Anggota MPR RI Hj Riri Damayanti John Latief MM saat menjadi narasumber Diklatcab BPC HIPMI Bengkulu di salah satu hotel Kota Bengkulu, belum lama ini.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kehidupan 64,1 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terancam ambruk. Kelompok usaha yang mewakili 99,99 persen keseluruhan unit usaha di Indonesia berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM ini mengeluhkan angka penjualan mereka yang masih rendah.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief memberikan apresiasi terhadap usaha pemerintah yang memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi setiap UMKM sebesar Rp2,4 juta.

Namun ia mengingatkan bukan berarti usaha untuk memulihkan kondisi UMKM beres dengan satu kebijakan.

“Dimana-mana orang mengeluhkan omset yang menurun drastis. Cocok dengan data survei Pusat Penelitian Ekonomi LIPI akhir Mei 2020. Sementara bantuan dari pemerintah belum terasa dan masih terbatas,” kata
perempuan berparas manis itu, Kamis (27/8/2020).

Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini berharap pemerintah bisa mendorong stimulus yang lebih banyak untuk UMKM agar bisa bertahan di tengah terpaan pandemi yang masih terus menghantui hingga kini.

“UMKM butuh listrik gratis, gas gratis, semua pegawai pemerintah beli produk mereka. Jangan hanya bansos. UMKM butuh modal yang lebih banyak untuk bertahan hidup,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini juga berharap agar ratusan juta tenaga kerja UMKM mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

“Usaha kecil-kecil ini tulang punggung ekonomi nasional. Kalau sampai roboh, nanti yang lain bisa ikut roboh semua. Memperkuat UMKM berarti menyalamatkan ekonomi bangsa,” tegas Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menilai, pandemi Covid-19 membuat sekat-sekat sosial di tengah-tengah masyarakat banyak yang terputus dan memberikan dampak serius terhadap UMKM.

“Sekolah-sekolah masih libur, orang-orang belum boleh kumpul, aktifitas ke luar rumah dibatasi, jadi UMKM ini dagangannya banyak nggak laku ketimbang yang laku. Akhirnya mereka tutup, pengangguran meningkat, daya beli jatuh. Ini yang perlu diantisipasi,” pesan Riri Damayanti.

Data terhimpun, bantuan bagi UMKM diberikan pemerintah dalam bentuk tunai langsung ke rekening penerima. Tahap pertama bantuan telah diberikan pada 9,1 juta usaha UMKM dengan anggaran yang sudah masuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebesar Rp22,01 triliun.

Kementerian Koperasi dan UKM telah merilis e-form untuk kepentingan pendataan pelaku koperasi dan UMKM yang terdampak pandemi yang didistribusikan melalui Organisasi Perangkat Daerah yang membawahi Koperasi dan UKM, serta seluruh institusi yang memiliki jejaring dan stakeholder para pelaku KUMKM mulai Senin, 13 April 2020 melalui tautan https://bit.ly/SiapBersamaKUMKM dalam payung program #SiapBersamaKUMKM. [Muhammad Qolbi]