PedomanBengkulu.com, Kaur – Sejak diperkenankannya kembali pesta pernikahan di Kabupaten Kaur di masa New normal ini geliat hiburan pun menjadi hal yang selalu mengiringi di setiap pesta pernikahan meski pihak pemerintah daerah Kaur demgan unsur terkait tidak mengizinkan hiburan musik malam.

Dengan tidak diperkenankannya musik malam berimbas baik bagi kesenian adat Kaur terutama kesenian adat Mainang sayang dimana sejak diperkenankannya pesta pernikahan job Mainangan Sanggar Bakti remaja Desa gedung Sako kecamatan kaur Selatan Kabupaten Kaur makin banyak mendapatkan job tampil.

“Alhamdulillah dalam satu bulan ini bisa mencapai 10 kali tampil ini sangat luar biasa karena biasanya dalam sebulan itu belum tentu sekali sanggar kami di panggil untuk Tampil,” demikian Bustami Hadi pimpinan Sanggar Bakti remaja mengatakan di saat tampil di desa Muara Jaya pada Sabtu malam (22/8/2020).

Kesenian Tari Mainangan adalah kesenian yang menampilkan nyanyian yang berupa pantun yang dipadu dengan tarian dan sanggar seni Bakti remaja adalah satu satunya sanggar yang menampilkan kesenian Mainangan yang masih aktif di tengah gemerlapnya hiburan modern saat ini.

Sementara itu masyarakat Kaur juga menyambut baik kembali ditampilkannya kesenian Mainangan ini seperti di sampaikan Juraidi yang juga anggota DPRD kabupaten Kaur dimana dari pantauan media ini Juraidi begitu antusias menyaksikan penampilan Sanggar bakti remaja malam itu.

“Saya sangat senang dan menyambut baik kesenian ini. Semoga tetap lestari,” harapnya. [Sirat]