Ilustrasi korban kecelakaan, sumber: pngitem.com

PedomanBengkulu.com, Seluma – Keluhan terhadap pelayanan kesehatan di Puskemas, kembali disampaikan masyarakat. Kali ini salah seorang warga mengaku tidak mendapat pelayanan baik saat hendak mendapat pengobatan luka jahit di salah satu Puskesmas di Seluma Selatan, usai mengalami kecelakaan. Pasien yang enggan disebutkan namanya tersebut tidak bisa dijahit lukanya, dengan alasan tidak ada benang.

“Waktu ayah dibawa ke Puskesmas, kata pihak Puskesmas tidak ada benang, padahal saat itu lukanya parah dibagian siku karena kecelakaan. Sempat mau disuruh di rujuk ke RSUD Tais, tetapi akhirnya kami bawa saja praktik bidan” jelas anak pasien (4/8/2020).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Seluma, Rudi Syawaludin membenarkan adanya laporan keluhan tersebut. Ia sudah memberikan teguran kepada kepala Puskesmas, agar membenahi pelayanan di Puskemas.

“Kemarin sudah saya tegur, sebenarnya mengapa tidak ada benang, karena sebenarnya stoknya sudah ada, mengapa tidak mengajukan ke dinkes. Kalau tidak ada mengapa tidak menyediakan sendiri, diakan (Kepala Puskesmas) dokter” jelas Rudi saat ditemui di kantornya.

Rudi meminta kepala Puskesmas aktif mendata kebutuhan alat alat medis, agar penanganan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat dapat maksimal. Ia juga meminta kasus Puskesmas tidak memiliki benang tidak lagi terulang.

“Harusnya kepala puskesmas aktif, usulkan kalau memang kurang, karena stoknya sudah ada, jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi” jelasnya.

Kepala Puskesmas Akan Dibina

Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Seluma Supratman menyanyangkan adanya keluhan masyarakat terkait kinerja Puskesmas tersebut. Ia menyatakan akan memberikan pembinaan kepada kepala Puskesmas.

“Jadi akan kami koordinasikan dengan Kepala Puskesmas dan akan dipanggil. Bahaya itu, karena orang bisa habis darah” jelas Supratman. [IT2006]