Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Penasehat hukum Syamsul Efendi- Hendra Wahyudiansyah (SaHe), Tarmizi Gumay optimis akan memenangkan prapradilan yang sedang bergulir di Pengadilan Negeri Curup terkait penetapan tersangka kepada SaHe oleh penyidik Polres Rejang Lebong dalam kasus dugaan pemalsuan dukungan pencalonan dari jalur perseorangan di pilkada Rejang Lebong 2020.

Disampaikan Tarmizi Gumay usai menyampaikan kesimpulan dari pihak penggugat kepada Hakim, Rabu (5/8/2020). salah satu material kesimpulan yang disampaikan kepada hakim, bahwa pendukung yng namanya dicatut sudah tentu tidak masuk dalam dukungan terhadap SAHE.

“Kita optimis gugatan kita dikabulkan karena sesuai dengan materi yang kita gugat yakni penetapan pasangan SaHe sebagai tersangka karena dugaan pemalsuan dukungan, nyatanya KTP pelapor ini kan tidak menjadi pendukung kembali, secara otomatis hubungannya terputus, sebab akibatnya tentu tidak ada lagi Karena KTP tersebut tidak digunakan lagi,” kata Tarmizi.

Ditambahkan Tarmizi poin kesimpulan kedua yang diajukan tim kuasa hukum SaHe akan dikabulkan Pengadilan karena dalam pilkada ada tahapan yang harus dilalui.

“Seharusnya setelah ada penetapan baru ada tahapan masa sanggah, silahkan masyarakat jika ada temuan melapor dimasa sanggah. Ini sudah terbukti ketika kita menggugat Bawaslu ke DKPP dan nyatanya Bawaslu dinilai telah melakukan pelanggaran. Seharusnya pada saat masa sanggah ini lah jika ada laporan baru diproses oleh Bawaslu. Untuk keputusannya, kita serahkan kepada majelis, apapun keputusannya akan kita jalankan,” ujar Tarmizi.

Lanjut Tarmizi, untuk memastikannya hasil prapradilan yang diajukan pihaknya maka tunggu keputusan hakim pukul 16.00 wib pada hari Kamis (6/8). Ia juga meminta kepada semua pihak untuk mematuhi apapun keputusan hakim besok.

“Masalah hukum harus diselesaikan melalui jalur hukum. Apapun keputusan hakim, akan kita terima. Tapi kami optimis bisa menang,” pungkas Tarmizi Gumay. [Julkifli Sembiring]