Saat ini wabah covid 19 semakin menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan.

Secara nasional angka penderitanya sudah diatas 100.000 orang, per 5 Agustus 2020.

Sudah saatnya pemerintah memikirkan supaya penyelenggara Pemilu/Pilkada (KPU/Bawaslu) dan jajarannya sampai ke tingkat desa se Provinsi Bengkulu ditest SWAB untuk memastikan apakah terjangkit covid 19 atau tidak, hal ini bertujuan untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa menghambat kelancaran tahapan pilkada.

Jangan sampai kita lengah sebab sekarang ini banyak OTG (orang tanpa gejala).

Rapid test itu kurang valid, idealnya harus SWAB test.

Apalagi semakin dekat hari H Pilkada maka penyelenggara semakin sering berkontak erat dengan masyarakat.

Ini harus jadi perhatian kita semua.

Dan seharusnya jajaran penyelenggara yang baru selesai sosialisasi berkontak erat dengan masyarakat banyak diberi libur/karantina mandiri selama 14 hari.

Melindungi Keselamatan nyawa penyelenggara sama halnya dengan melindungi masyarakat secara luas.

Kalau soal alasan dana swab test yang tidak ada anggarannya, buktinya KPU pusat melakukan kerjasama dengan BIN melakukan SWAB test. Harusnya BIN juga melakukan SWAB test bagi penyelenggara di daerah. Apa bedanya KPU Pusat dan penyelenggara di daerah. Bahkan dari sisi beban kerja, penyelenggara di daerah lebih berat.

Agustam Rachman, Pengamat Sosial