PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Dalam rangka menekan penyebaran covid-19 dengan kampanyekan gerakan sejuta masker, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menantang kepala daerah untuk melaksanakan program gerakan membagikan sejuta masker maka Mendagri akan menghadiri secara langsung ke daerah yang berhasil merealisasikan gerakan tersebut.

Ia mengakui sangat mengapresiasi upaya Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi dalam mengatasi penyebaran covid-19 melalui pembagian 2,5 Juta masker yang justru sudah melampaui target awal programnya.

“Kemudian saya minta kepada kepala daerah yang bisa bagikan di atas satu juta saya akan hadir. Pertama di Kabupaten Gowa dengan sejuta masker, saya datang, kemudian kemarin ke Kabupaten Indramayu 2,5 juta, saya datang, konsisten. Terus Kabupaten Rejang Lebong dengan 2,5 juta masker saya datang, yang kita ingin adalah kegotong royongan solidaritas antarwarga,” tutur Tito saat menghadiri acara Launching Pengoperasian Mobile Laboratory Biosafety Level-2 dan Launching Gerakan Sejuta Masker, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Kamis (06/08/2020).

Tidak hanya itu saja, Mendagri juga mengapresiasi upaya Bupati Rejang Lebong dalam mengadakan satu unit Mobile Laboratory Biosafety Level 2. Mendagri mengatakan bahwa meskipun ruang fiskal Kabupaten tersebut tidak terlalu besar di bandingkan daerah lain yang ada di Jawa, tetapi Bupati Rejang Lebong mampu menunjukkan langkah proaktif.

“Sebetulnya masuk dalam relatif zona yang masih hijau, tetapi mengadakan mesin mobile PCR sendiri. Ini sangat positif karena menunjukkan langkah antisipatif,” ungkap Tito.

Mendagri juga memberi masukkan agar Bupati Rejang Lebong melakukan kegiatan proaktif dengan melakukan testing ke rumah sakit, sekolah, pesantren dan tempat-tempat lainnya. Agar perhitungan zona aman covid-19 dapat terkendali.

“Saran saya nanti Bapak melakukan testing agresif, tidak hanya ke rumah sakit tetapi proaktif ke sekolah, pesantren, segala macam. Melakukan test swab kepada mereka, kalau betul-betul nol harus syukuri, itu data sebenarnya yang terjadi di Rejang Lebong,” saran Tito. [Anto/Rilis Kemendagri]