Ada alasan khusus mengapa bayi harus bergerak di dalam rahim (Foto: depositphotos.com)

Para ilmuwan berhasil mengungkapkan mengapa bayi perlu bergerak di dalam rahim, pemahaman yang selama ini telah kita ketahui tanpa tahu alasannya. Ternyata hal itu berkaitan dengan pengembangan tulang dan persendian agar menjadi lebih kuat.

Dijelaskan dalam penelitian dari Trinity College Dublin tersebut yang telah dipublikasik di Jurnal internasional Development, bahwa ada beberapa interaksi molekuler kunci yang terstimulasi dengan gerakan sehingga dapat membangun kerangka tubuh bayi dan membuat molekuler dan jaringan embrio mudah dibentuk.

Jika embrio tidak bergerak, maka dalam perkembangan janin akan banyak terjadi kesalahan dan tanda vital yang tidak muncul dari pergerakan baik menandakan perkembangan tulang janin akan menjadi rapuh dan persendiannya tidak normal.

Pada tahap awal janin berkembang, sel pada embrio akan menerima sinyal biologis yang menuntun sel-sel untuk terus berperan dalam pembentukan jaringan di banyak tempat di bagian tubuh bayi.

Seperti, misalnya lutut dan sikut harus dipastikan dapat bergerak lancar, jika tidak, maka harus mendapatkan pelumas. Tulang harus ditutupi dengan baik dan atau sendi-sendi telah mampu bergerak sebagaimana mestinya, sinyal biologi memastikan hal tersebut.

Profesor di Zoology di Trinity College Dublin, Paula Murphy yang merupakan pemimpin penelitian tersebut menjelaskan bahwa dengan tidak adanya gerakan embrio, maka sel-sel yang seharusnya membentuk tulang rawan artikular menerima sinyal molekuler yang salah. Seperti menerima pesan kata membentuk tulang disaat ketika seharusnya sel membentuk tulang rawan.

Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan embrio ayam dan tikus yang kemudian gerakan embrio bisa dimanipulasi. Peneliti menemukan bahwa saat gerakan diubah, pembentukan sel menjadi tidak benar, bahkan dalam keadaan ekstrim bisa membuat tulang menyatu di sendi. [Ricky]