PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Rejang Lebong pada tanggal 9 Agustus 2020 akan melaksanakan Musyawarah Daerah Luar Biasa ke X sekaligus akan memilih ketua DPD. Disampaikan Ketua Panita Pelaksana Musda DPD II Golkar RL, Wahono kandidat yang telah mengabil formulir pendaftaran calon ketua DPD II Golkar RL tercatat sebanyak 7 orang. 7 nama yang mengambil Formulir yakni Mahdi Husen yang saat ini menjabat Ketua DPRD Rejang Lebong, Adrian Wahyudi saat ini menjabat Ketua DPD II Golkar RL, Hendra Wahyudiansyah yang juga merupakan kandidat Calon Wakil Bupati Rejang Lebong. Andrian Wahyudi dan Hendra Wahyudiansyah merupakan putra Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi. Nama lain yang telah mengambil formulir pendaftaran yakni Wahono SP, Lukman Effendi keduanya Anggota DPRD Rejang Lebong, Ruswan YS yang juga Bakal Calon Wakil Bupati dan Herman Tohir.

” Tahapan penggambilan formulir ini sudah dilaksankan sejak tanggal 4-6 Agustus yang lalu,” kata Wahono, Jumat (7/8/2020).

Disampaikan Wahono pengembalian berkas pendaftaran calon ketua DPD II Golkar RL pada tanggal 7 Agustus 2020. Ia juga menyampaikan untuk pemilihan Ketua Golkar ini diupayakan terlebih dahulu melalui mekanisme musyawarah mufakat.

“Kita belum tau apakah seluruh yang mengambil formulir mengambalikan belum diketahui, malam ini batas akhirnya. Untuk menentukan ketua sebenarnya mekanisme sama saja dengan partai lainya namun kita sedang berupaya pemilihan ketua ini melalu mekanisme musyawarah mufakat karen target kita bukan masalah siapa yang menjadi ketua namun target kita adalah untuk memenangkan pilkada tahun 2020,” kata Wahono.

Ditambahkan Wahono, untuk pemilihan ketua DPD II Golkar RL ada 21 hak suara namun untuk pemilihan dalam Munaslub ke X ini hanya ada 20 suara karena 1 pimpinan kecamatan Kota Padang tidak memiliki hak suara karena mengundurkan diri setelah terpilih menjadi kepala desa.

“Untuk yang memiliki hak suara tinggal 14 pimpinan Kecamatan, DPD I satu suara, DPD II satu suara, Dewan pertimbangan II satu suara, organisasi pendiri Golkar satu suara, organisasi yang didirikan Golkar satu suara dan organisasi sayap golkar satu suara,” kata Wahono.

Untuk pencalonan sebagai ketua DPD II Golkar RL disampaikan Wahono, kandidat harus mendapatkan 30 persen dukungan dari pemilih hak suara.

“Syarat untuk bisa mencalon maka minimal harus mendapatkan 6 dukungan suara. Kalau ada dukungan ganda maka akan dimusyawarahkan dalam forum musyawarah pada saat Musda, kita di SC tidak bisa memutuskan,” pungkas Wahono.[Julkifli Sembiring]