Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni
Kadinkes Provinsi Bengkulu Herwan Antoni

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sejak Mei 2020 menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien Corona Virus atau covid-19, tentu sangatlah beresiko tinggi itulah garda terdepan kita mulai dari Dokter, perawat, staf Rumah Sakit, Kemenkes, dan Relawan.

Beredarnya kabar belum mendapatkan insentif sejak menjadi relawan covid-19 sebanyak 20 orang tenaga relawan, dilaboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Bengkulu berjumlah 15 orang dan relawan di laboratorium Rumah Sakit Umum M Yunus (RSMY) Bengkulu 5 orang.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Bengkulu, H. Herwan Antoni, SKM, M.Kes, ia mengatakan bahwa belum dibayar insentif relawan covid-19 tersebut memang benar.

“Ia memang benar,” singkatnya Kadinkes Provinsi Bengkulu, H. Herwan Antoni, SKM, M.Kes pada selasa (4/8/2020).

Kadinkes Provinsi Bengkulu, H. Herwan Antoni, SKM, M.Kes ketika ditanya kapan insentif tersebut akan di berikan? Ia belum bisa memastikan betul.

“Sedang dalam proses,” katanya.

Dilansir sebelumnya telah disampaikan oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melalui kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, bahwa seluruh tenaga medis yang berjuang dalam penanganan pasien covid-19 akan diberikan insentif sesuai Surat Keputusan (SK).

Adapun yang akan menerima insentif tersebut, kata Herwan Antoni, seperti dokter spesialis, dokter umum, surveilans di Puskesmas, Dinas Kesehatan kabupaten, Kota dan Provinsi, serta perawat yang menangani pasien COVID-19.

“Besaran insentif yang akan diberikan nantinya, disesuaikan dengan petunjuk pemerintah pusat dimana dokter spesialis sebesar Rp15.000.000, Dokter umum Rp10.000.000, perawat Rp7.500.000 dan analis Rp5.000.000,” ujarnya pada (18/06/2020) yang lalu.

Begitu juga insentif 20 orang tenaga relawan, dilaboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Bengkulu berjumlah 15 orang dan relawan di laboratorium Rumah Sakit Umum M Yunus (RSMY) Bengkulu lima orang.

”20 relawan masing-masing akan mendapatkan insentif perbulannya sebesar Rp3.000.000 dari APBD Provinsi Bengkulu. Akan tetapi baru kita usulkan,” ujarnya.

Ditempat yang berbeda salah satu relawan yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, kami sejak 29 Mei mulai kerja sampai Juni 2020 belum sama sekali tahu seperti apa kejelasan insentif yang katanya akan diusulkan melalui anggaran APBD Pemprov dan akan di SK kan.

“Sejak 29 Mei 2020 kita menjadi relawan covid-19 di dua laboratorium, sampai saat ini kami belum sama sekali mendapatkan kejelasan insentif bulanan sesuai yang dijanjikan,” jelasnya pada (27/06/2020).

Ketidak jelaskan tersebut, sambungnya, sampai hari ini kami seluruh relawan belum menerima SK dari Gubernur Bengkulu,

“Hingga hari ini kami belum menerima SK tersebut, sedangkan pekerjaan kami di laboratorium ini sangatlah membahayakan,” singkatnya.

Tidak itu saja, tambahnya, dengan kami mempertanyakan hal tersebut kami juga bingung apakah setelah ini kami akan diperkerjakan lagi atau kontrak kerja kami tidak diperpanjang,

“Setelah New Normal ini, apakah kontrak kerja kami akan diperpanjang, atau kami hanya dipekerjakan ketika disaat kondisi darurat saja,” ungkapnya sambil bertanya-tanya.

Dengan ketidak jelaskan beberapa relawan Medis tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler sangat menyayangkan kenapa pihak Pemprov Bengkulu sampai hari ini belum memberikan kepastian, sedangkan mereka sudah bekerja hampir satu bulan,

“Saya heran, relawan yang menghadapi covid-19, mempertaruhkan jiwa-raganya untuk Masyarakat Provinsi Bengkulu, dan bekerja hampir satu bulan mempertaruhkan nyawanya, sampai hari ini belum ada kejelasan, jadi bingung saya,” ungkapan Dempo dengan dialek Bengkulu.

Sementara itu, sambung Dempo, Pemprov Bengkulu sebelumnya sudah menganggarkan untuk penanganan covid-19 sebesar Rp30,8 miliar.

“Kalau SK masih diusulkan, Rp30,8 miliar, jadi kemana dana sebanyak itu, inilah akibatnya kalau menutup-nutupi kemana saja aliran dana tersebut, sehingga relawan-relawan yang di janjikan mendapatkan insentif tapi sampai hari ini belum ada kejelasan,” pungkas Dempo. [Soprian Ardianto]