Ilustrasi

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Wabah virus corona yang masih terjadi di masyarakat membuat jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah hingga hari ini, Sabtu (8/8/2020).

Penambahan kasus baru kembali terjadi dalam jumlah tinggi, meskipun pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berjalan lebih dari lima bulan.

Data pemerintah yang masuk hingga Sabtu pukul 12.00 WIB memperlihatkan ada 2.277 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 123.503 orang, terhitung sejak pasien pertama terinfeksi virus corona diumumkan pada 2 Maret 2020.

Informasi ini disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui situs Covid19.go.id, yang diperbarui pada Sabtu sore.

Sebanyak 2.277 kasus baru diketahui setelah pemerintah melakukan pemeriksaan 30.565 spesimen dari 11.692 orang yang diambil sampelnya.

Diketahui ada penambahan 1.749 pasien Covid-19 yang sembuh dalam sehari. Sehingga, total pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona ada 79.306 orang.

Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif virus corona.

Saat ini, persentase pasien sembuh mencapai 64,2 persen dari keseluruhan kasus Covid-19. Akan tetapi, masih ada kabar duka dengan penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Dalam periode 7 – 8 Agustus 2020 diketahui ada 65 pasien Covid-19 yang tutup usia. Ini mengakibatkan secara akumulasi ada 5.658 pasien Covid-19 yang meninggal di Indonesia sejak awal pandemi.

Kembali sebaran tertinggi ada di DKI Jakarta dengan 686 kasus, kemudian Jawa Timur dengan 429 kasus, selanjutnya di Jawa Barat 240 kasus, dan Sulawesi Selatan terdapat 107 kasus baru, serta Sumatera Utara dengan 101 kasus.

Terkait hal tersebut, PT Bio Farma saat ini tengah melakukan uji klinis tahap III untuk vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China. Untuk melakukan pengujian tersebut, Bio Farma tengah mencari 1.620 relawan yang mau disuntikkan vaksin tersebut ke dalam tubuhnya.

Relawan yang bersedia mengikuti uji klinis akan dipantau dalam 6 bulan. Selama masa tersebut, setiap relawan akan diminta datang memeriksakan diri 4 kali setelah penyuntikan vaksin. Setiap jadwal pemeriksaan, relawan akan diambil sampel darah dan melakukan pemeriksaan Covid-19.

Untuk itu, Pemerintah terus menghimbau masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas luar rumahnya. Diharapkan dengan protokol kesehatan ini masyarakat bisa lebih produktif namun tetap terhindar dari terpapar virus corona.[Suci Kusuma]