Ilustrasi

Wabah Covid-19 Terus Meningkat

PedomanBengkulu.com, Jakarta – Belum mengalami penurunan, wabah Covid-19 di Indonesia masih bertambah. Jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia secara kumulatif mencapai 118.753 orang pada hari ini, Kamis (6/8). Data tersebut disampaikan Satuan Tugas Covid-19 sekitar pukul 15.30 WIB.

Dari jumlah kasus positif tersebut, sebanyak 75.645 orang dinyatakan sembuh dan 5.521 orang lainnya meninggal dunia.

Kasus positif virus corona bertambah 1.882 orang dari data kemarin. Sementara itu , untuk pasien sembuh bertambah 1.756 orang dan pasien meninggal bertambah 69 orang.

Angka kematian pasien positif Covid-19 sepanjang Juli juga meningkat. Tercatat pertambahan angka kematian mencapai 2.255 orang. Jumlah ini meningkat dari Juni yakni sebanyak 1.263 orang dan Mei 821 orang.

Meski demikian, jumlah pasien positif yang sembuh ikut meningkat sepanjang Juli yakni mencapai 41.101 orang. Jumlah tersebut naik lebih dari dua kali lipat ketimbang angka kesembuhan Juni yakni sebanyak 17.498 orang.

Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat dari kasus Covid-19 selama Juni, yang hanya 29.912 kasus.

Jawa Timur masih menjadi provinsi penyumbang kasus positif terbanyak dengan 23.829 orang. Disusul DKI Jakarta dengan 23.380 orang, Jawa Tengah 10.036 orang, Sulawesi Selatan 9.987 orang, dan Jawa Barat 6.912 orang.

Terkait hal tersebut, pemerintah akan memberi bantuan bagi karyawan swasta dengan gaji di bawah Rp 5 Juta. Setiap karyawan nantinya akan mendapat bantuan Rp600.000 per bulan.

“Bantuan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan,” kata Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2020).

Erick menyebut program stimulus ini sedang difinalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada September 2020.

“(Bantuan) akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan,” ujarnya.

Erick menambahkan, fokus bantuan pemerintah ini adalah 13,8 juta pekerja non-PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

Menteri BUMN ini menyebutkan, tujuan pemerintah menggelontorkan bantuan gaji tambahan ini adalah untuk mendorong konsumsi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. [Suci Kusuma]