PedomanBengkulu.com, Seluma – Kasus penemuan kayu ilegal di kawasan pinggr sungai Ulu Alas, desa Napalan kecamatan Semidang Alas (SA) masih dalam penyelidikan Polres Seluma. Hingga saat ini pelaku kepemilikan 150 batang kayu jenis Meranti Merah dan Kelingkung Daun tersebut beum terungkap.

Kasat Reskrim Polres Seluma, AKP. Andi Ahmad Bustanil menyatakan, pihaknya terus mengumpulkan informasi terkait asal usul kayu. Polisi juga melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup.

“Pemilik kayu masih diselidki, dan saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu, untuk melakukan pengecekan tunggul kayu, ” jelas Andi (10/8/2020).

Seperti diberitakan sebelumnya, kayu dengan total berat 21 kubik tersebut ditemukan di pinggir sungai oleh wargam yang kemudian melaporkan ke pihak kepolisian. Kayu tersebut kemudian dibawa petugas bersama warga ke Mapolres Seluma untuk diamankan. Diduga kayu tersebut merupakan hasil perambahan hutan lindung di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Adapun hutan lindung yang membentang di Kabupaten Seluma menjadi target sejumlah pelaku perusak alam. Berbagai jenis kayu kerap diambil sejumlah pelaku untuk dijual kembali. Selain itu hewan langka yang dilindungi seperti harimau juga tak luput jadi sasaran oknum yang mencari keuntungan. [IT2006]