Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi mengungkapkan pengoprasian mobile Biosafety Laboratory Level 2 untuk penanganan Covid-19 yang telah dimiliki Rejang Lebong masih menunggu reagent.

“Kita sudah mempersiapkan tim untuk kru mobil BSL ini yakni dari Rumah sakit dan Dinas Kesehatan, namun untuk pengoprasianya masih menunggu reagent, memang secara fisik dan administrasi untuk mobil BSL ini sudah lengakap, tapi untuk reagentnya kan terpisah dengan mobil, makanya belum bisa di operasikan,” kata Bupati, Senin (10/8/2020).

Disampaikan Bupati, untuk saat ini permintaan untuk menggunakan BSL sudah ada dari Kabupaten Mukomuko, namun belum bisa dikirim ke wilayah tersebut karena reagent belum sampai.

“Surat dari Kabupaten Mukomuko sudah masuk, tapi karena belum ada reagent mobil belum dikirim, untuk wilayah Rejang Lebong sendiri kita belum menggunakan mobil Swab ini karena sejauh ini belum ada yang terpapar. Nanti kalau memang ada kasus maka segera kita turunkan mobil ini untuk dilakukan Swab terharap warga,” kata Bupati.

Reagen adalah ekstraksi yang digunakan dalam pengecekan spesimen. Reagen berisi sejumlah senyawa kimia untuk mendeteksi SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit COVID-19. Reagen itu bahan kimia yang kalau dicampur-campur akan menghasilkan reaksi yang dipakai untuk mendeteksi virus Corona. Kalau reagennya PCR berarti bahan kimia yang dibutuhkan untuk bisa mendeteksi virus Corona yang ada di sampel Swab.

Terkait permintaan Menteri Dalam Negri Tito Karnavian pada saat meresmikan penggunaan mobile BSL agar pemerintah daerah agresif untuk melakukan test, minimal 10 persen dari populasi penduduk dinilai Bupati sudah tepat, namun untuk wilayah Rejang Lebong, test tersebut belum dilakukan karena kondisi Rejang Lebong sendiri masih dalam zona hijau

“Kita sepakat dengan pak Mendagri, tapi kan Rejang Lebong sendiri sampai sekarang belum ada yang terpapar, kalau ada 1 saja kasus maka kita akan langsung lakukan Swab kepada masyarakat di lokasi kejadian. Untuk sekarang ini penggunaan mobil ini lebih diprioritaskan di wilayah yang sudah ada kasus, tergantung dari pemintaan Pemerintah Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Bengkulu ini,” kata Bupati. [Julkifli Sembiring]