PedomanBengkulu.com, Provinsi Bengkulu – Terhitung hingga Juli 2020, penyerapan pajak yang terdata Jasa Raharja Provinsi Bengkulu baru mencapai 40 persen. Hal itu, membuat Pemerintah Provinsi Bengkulu (Pemprov) harus mengambil sikap.

Prihatin mengetahui baru 56 ribu lebih kendaraan pajak yang telah baru dibayarkan. Pemprov berinisiatif memberikan keringanan pokok Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) dan pembebasan denda pajak kendaraan bermotor dalam rangka membantu meringakan beban masyarakat Bengkulu akibat dampak pandemi covid-19/corona.

Hal itu, bukan lain guna tertib akan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20 tahun 2020 yang akan mulai 11 Agustus 2020 hingga 11 Desember 2020.

Sekretaris daerah Provinsi Bengkulu Hamka Sabri mengatakan, selain bentuk meringankan beban pengeluaran masyarakat wajib pajak di tengah pandemi covid-19. Pemberian keringanan pajak daerah ini juga upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bengkulu dari sektor pajak kendaraan bermotor.

“Jadi target kita agar seluruh pajak yang tertunggak selama ini bisa tercapai. Jadi kita berharap dengan kebijakan ini semua masyarakat bisa membayarkan pajak kendaraan bermotornya,” ungkap Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri pada Pers Conference terkait Program Keringanan Pajak Daerah, di Ruang Media Center Pemprov Bengkulu, Senin (10/08).

Ditempat yang sama, Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bengkulu Abdul Haris, menyebutkan direksi Jasa Raharja juga memberikan keringanan. Berupa pembebasan sanksi administrasi Pembayaran Sumbangan Wajib Lalu Lintas Jalan (SWLLJ), terkait kebijakan tersebut.

“Jadi tunggakannya dibebaskan sanksi administrasinya, hanya dibayarkan pokoknya saja. Dengan adanya program ini diharapkan bisa memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk tertib dalam memenuhi kewajiban administrasi samsat,” ungkapnya.

Selain itu, Pemprov Bengkulu juga bekerjasama dengan Dit Lantas Polda Bengkulu, dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membayarkan pajak kendaraan bermotor. Dengan menyediakan gerai samsat keliling yang menelusuri jalanan hingga ke pelosok desa dan tempat-tempat wisata (samsat holiday). [Alfi]