PedomanBengkulu.com, Seluma – Polemik mengenai perangkat desa Ujung Padang, Padang Kelapo, dan Gunung Kembang masih terus berlanjut, meski saat ini kepala desa sudah diaktifkan kembali oleh Bupati. Sebelumnya berdasarkan hasil pengecekan lapangan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) kabupaten Seluma, kepala desa baru diketahui masih mengantor seperti perangkat desa lama yang sah.

Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Seluma, Supratman menyatakan, pihaknya masih menyerahkan penyelesaian permasalahan tersebut kepada Dinas PMD. Ia berharap permasalahan tersebut tidak berlanjut dan berlarut larut, hingga menganggu jalannya pemerintahan dan pembangunan di Desa.

“Kami serahkan penyelesaiannya kepada Dinas PMD” jelas Supratman (4/8/2020).

Supratman menyatakan, berdasarkan peraturan dan kesepakatan yang sudah ditandatangani oleh tiga kepala desa dan Bupati Seluma beberapa waktu yang lalu, perangkat desa yang diakui adalah perangkat desa lama. Hal tersebut juga berlaku kepada pemberian gaji kepada kepala desa.

“Yang berhak menerima gaji adalah perangkat desa lama” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, perangkat desa di tiga desa tersebut sama sama bekerja, dan berkantor. Polemik tersebut membuat pencairan Anggaran Dana Desa (ADD) belum bisa dilakukan, yang salah satu tujuannya untuk membayar gaji.

“Perangkat desa lama dan baru masih sama sama ngantor. Di Gunung Kembang mereka masih sama sama bekerja di kantor desa, sedangkan untuk di Padang Kelapo dan Ujung Padang mereka ada yang berkantor di kantor desa ada yang di rumah Sekdes” jelas Plt. Kepala Dinas PMD Agusjun Fadlillah, saat ditemui diruang kerjanya (22/7/2020). [IT2006]