PedomanBengkulu.com, Bengkulu Selatan – Tiga orang pemuda yakni RA (21) dan EG (18) Warga Kelurahan Masat, Pino Kabupaten Bengkulu Selatan serta TE (17) warga Desa Lubuk Sirih Ilir Manna Bengkulu Selatan mendekam di bui setelah ditangkap Anggota unit Reskrim Polsek Kota Manna Bengkulu Selatan atas kasus dugaan pengeroyokan terhadap korban bernama Aden Tono Beri (20) warga Desa Merambung di Sirkuit Padang Panjang pada Kamis (30/7/2020) lalu sekitar pukul 18:30 WIB.

Kapolres Bengkulu Selatan Polda Bengkulu, AKBP Deddy Nata SIK melalui Kapolsek Kota Manna, Iptu M Rifai saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2020) menerangkan, dua terduga pelaku yakni RA dan EG ditangkap di rumahnya masing-masing pada Selasa (4/8/2020). Sedangkan terduga pelaku TE ditangkap di rumahnya pada Rabu (5/8/2020).

“Saat ini ketiga terduga pelaku sedang dalam pemeriksaan,” kata Kapolsek.

Sementara, pengakuan terduga pelaku RA, sebelum terjadi dugaan pengeroyokan terhadap korban tersebut, antara korban dan para terduga pelaku awalnya ribut di Media Sosial (Medsos) Facebook, yang mana antara terduga pelaku dan korban saling tantang yang diduga keributan itu dipicu mereka rebutan cewek.

Kemudian antara korban dan terduga pelaku janjian bertemu di Sirkuit Padang Panjang hingga akhirnya terjadi dugaan pengeroyokan tersebut hingga mengakibatkan korban mengalami luka gores di pipi sebelah kanan, luka lecet pada siku sebelah kanan, dan luka lecet pada bagian pelipis sebelah kiri.

Lantaran diduga tidak terima dengan perbuatan terduga pelaku, korban kemudian melapor ke Polsek Kota Manna. Setelah menerima laporan dari korban anggota unit Reskrim Polsek Kota Manna langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap ketiga terduga pelaku.

Berdasarkan pengakuan terduga pelaku, mereka khilaf melakukan pengeroyokan terhadap korban tersebut.

“Kami khilaf,” ujar terduga pelaku.

Para terduga pelaku saat ini diamankan di Mapolsek Kota Manna Bengkulu Selatan untuk menjalani proses lebih lanjut. [Anto]