PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Menteri Dalam Negri Jendral (Pur) Tito Karnavian meminta agar pemerintah daerah memperbanyak pengujian sampel Covid-19 untuk mengetahui tingkat penyebarannya. Disampaikan Mendagri hingga saat ini pengujian sampel Covid-19 secara nasional masih dibawah 3 persen dari total jumlah penduduk.

“Rejang Lebong telah memiliki mobile laboratory biosafety level 2 yang sesuai dengan standar WHO, untuk itu saya minta agar pemda melakukan test yang agresif, kalau bisa sampel yang di uji sekitar 10 persen dari populasi penduduk, artinya kalau di Rejang Lebong ini jumlah penduduk 300 ribu jiwa maka sampel yang diuji di angka 30 ribu sehingga data yang dihasilak benar benar kongkrit,” kata Tito.

Disampaikan Mendagri Kondisi Zona Hijau penularan Covid 19 disatu tempat belum tentu benar-benar tidak ada virus namun bisa saja tidak terdata karena belum dilakukannya test.

“Seringkali berlaku dalam teori penyakit pandemi adalah teori gunung es yaitu ada puncak dan ada bagian bawah laut yang akarnya lebih besar, artinya mungkin adarang angka yang tidak terditeksi. Kita tidak bisa mengatakan suatu daerah masih Zero Case, bisa saja masih Nol karena belum dilakukan test, yang hebat adalah ketika testingnya minimal 10 persen dari populasi itu sudah hebat kalau hasil test hasilnya nol maka baru bisa kita katakan bebas dari penularan Covid,” kata Mendagri.

Mendagri meminta pemda Rejang Lebong dengan telah memiliki mobile PCR ini untuk melakukan test ke pasar-pasar, Sekolah dan tempat tempat keramaian.

“Sekarang kita tidak bisa hanya menunggu tapi harus mendatangi warga dan melakukan test. Selain melakukan test, pemerintah daerah juga harus memobilisasi semua pihak agar ikut terlibat melakukan membantu pengadan masker bagi masyarakat. Pencegahan dengan menggunakan masker ini cukup efektif, nah peran pemerinta untuk mendorong pelaku usaha untuk ikut terlibat karena belum tentu seluruh masyakrat kita mampu untuk membeli masker,” kata Mendagri. [Julkifli Sembiring]