Demonstran memadati persimpangan di Main Street dan Walnut Avenue di pusat kota Huntington Beach, California, AS, pada hari Jumat, 17 April 2020, untuk memprotes jarak sosial dan penutupan ekonomi. (Foto: latimes.com/Kevin Chang/Staf Fotografer).

PedomanBengkulu.com, Jakarta – Pemerintah kembali memperbaharui data kasus positif covid-19 di Indonesia. Berdasarkan data yang ada, masih adanya penambahan jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia, secara kumulatif mencapai 115.056 orang pada hari ini, Selasa (4/8). Data tersebut disampaikan Satuan Tugas Covid-19 per pukul 15.50 WIB.

Dari jumlah kasus positif tersebut, sebanyak 72.050 orang dinyatakan sembuh dan 5.388 orang lainnya meninggal dunia.

Terjadi pertambahan 1.922 orang positif virus corona dari data kemarin. Sementara itu untuk pasien sembuh bertambah 1.813 orang dan pasien meninggal bertambah 86 orang dari kemarin.

Angka kumulatif kasus Covid-19 di Indonesia hari ini bertambah dari laporan sehari sebelumnya. Per Senin (3/8), kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 113.134 orang.

Sebanyak 70.237 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 5.302 orang lainnya meninggal dunia.

Berdasarkan data tersebut, kasus baru pasien konfirmasi positif Covid-19 tersebar di 28 provinsi.

Dari data tersebut, ada lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi.

Mereka adalah, Jawa Timur (430 kasus baru), DKI Jakarta (410 kasus baru), Kalimantan Selatan (119 kasus baru), Sulawesi Selatan (117 kasus baru) dan Jawa Barat (94 kasus baru).

Sementara itu, penularan Covid-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 479 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.

Selain itu, ada enam provinsi yang tidak terdapat kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kekhawatiran masyarakat terhadap perkembangan kasus virus corona semakin meningkat. Namun, mantan wali kota itu tak mengetahui penyebab masyarakat khawatir.

“Saya tidak tahu sebabnya apa. Tetapi suasana pada minggu-minggu terakhir ini kelihatan masyarakat berada pada posisi yang khawatir mengenai covid,” kata Jokowi.

Jokowi menduga hal itu terjadi karena kasus positif virus corona yang terus meningkat atau banyak masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan.

Ia pun meminta kepada jajaranya agar kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker menjadi perhatian khusus demi mengendalikan persebaran virus.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menginstruksikan jajarannya melakukan kampanye penggunaan masker dalam waktu dua minggu ke depan. Kampanye akan dilakukan secara berselang dengan kampanye untuk jaga jarak.

Namun, di tengah kasus positif virus corona yang terus bertambah dari hari ke hari, Jokowi dan jajarannya masih terus mengampanyekan adaptasi kebiasaan baru. Ia belum mengambil kebijakan untuk kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah. [Suci Kusuma]