Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Apa kabar kawanmuda? Alhamdulillah, Mahabesar Allah yang masih memberi kesehatan untuk kita semua. Sehingga, bisa menikmati Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah atau 2020 Masehi dengan keberkahan dari daging qurban yang telah dikonsumsi.

Dalam moment ini, pedomanbengkulu.com sengaja menghadirkan artikel-artikel seputar kehidupan beragama. Bukan maksud menggurui, kawanmuda.

Hanya mengingatkan bahwa nafas yang berhembus sejuk pada tubuh, adalah rezeki yang diberikan Allah. So, jangan lupa bersyukur dengan menunaikan sholat lima waktu, ya.

Apa kalian masih ingat dengan seorang mantan artis dan penyanyi legendaris, beraliran rock yang hijrah. Kemudian, menjadi seorang pendakwah yang terbilang kondang di Indonesia, khususnya di Ibukota Jakarta ?. Bangun Sugito atau lebih tenar disapa, ‘Gito Rollies’.

Ya, pria kelahiran Biak di Papua pada 1 November 1947 memang sudah wafat 28 Februari 2008 lalu, di Jakarta. Namun, kisah hijrahnya masih tetap hidup. Bahkan, menginspirasi dalam imajinasi sebagian masyarakat di Indonesia.

Bermula, pasca menikahi perempuan berdarah Belanda, Michelle Van der Rest pada tahun 1983. Hati pria yang memulai kehidupan di Jakarta pada tahun 1976, ingin bertobat.

Mungkin, saat itu pria berkulit gelap merasakan kehampaan atas uang dan popularitas yang telah melekat. Namun, pemilik suara serak itu masih belum mampu lepas dari jeratan narkotika.

Jalan panjang, berliku dan dramatis menjadi saksi bisu Gito dalam menemui jalan Allah. Hingga, momentum hijrah yang diharapkannya pun tiba sehari menjelang usianya menginjak angka 50 tahun.

Diceritakan Tio Pakusudewo saat diwawancarai Alfred Pasifico Ginting. Gito mengucapkan janji, bahwa setelah usianya menginjak 50 akan berhenti memakai semua jenis narkoba.

Namun dengan syarat, biarkan dirinya ‘berbuat semaunya’ dalam sehari. Iwa K dan Bucek Depp menjadi saksi menemaninya ‘berbuat semaunya’. Kemudian, apa mau dikata kedua rekannya itu tumbang.

“Iwa K menggigil dan Bucek terkapar. Sedang Gito masih segar,” kata Tio dikutip dari tirto.id.

Setelah itu, saat jarum menunjukkan waktu memasuki pertengahan malam. Gito mengambil wudhu, bersujud dan melaksanakan sholat. Kemungkinan, pria paruhbaya menjalankan sholat sunnah taubat.

“Sampai dia meninggal, enggak pernah dia melanggar apa yang pernah dia janjikan,” kata Tio.

Perubahan itu memang sangat mengejutkan. Tak hanya bagi rekan seprofesi dan pergaulannya, namun juga menggemparkan dunia pertelevisian.

Kemudian, tanpa menunggu waktu lama iapun lngsung mendalami ilmu agama. Terlihat, Gito rutin mengikuti pengajian hingga menjadi Da’i yang mengisi pengajian tersebut.

Setelah hijrah dan terus beristiqomah, Gito tak lantas mengharamkan musik yang pernah membesarkan namanya. Ia berdamai dengan dirinya sendiri. Berdamai melalui agama dan masih bernyanyi atau bermain film.

Bahkan, ia pernah membuat album religi berjudul ‘Kembali PadaMu’ yang sempat booming di industri musik tanah air.

Demikian cerita perjalanan hijrah Gito Rollies dapat pedomanbengkulu.com hadirkan, kepada pembaca setia. Semoga, cerita ini dapat mengetuk pintu hati pembaca agar selalu mendirikan sholat lima waktu dan menjunjung, syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Alfi Kurnia