PedomamBengkulu.com, Bengkulu – Pemerintahan Kota (Pemkot) Bengkulu tidak ada henti-hentinya dalam mengurus masyarakatnya dalam menghadirkan kebahagiaan. Kali ini Wakil Walikota Dedy Wahyudi mengunjungi kediaman Nuryati, di Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kamis (6/8/2020).

Kunjungan Wakil Walikota Dedy Wahyudi tersebut karena ada salah satu warganya yang merupakan salah seorang pegawai tidak tetap (PTT) di Sekretariat Kota Bengkulu, Nuryati saat ini sedang menderita sakit Kanker Payudara atau Carcinoma mammae.

“Kehadiran saya disini dan semua rekan menunjukkan rasa prihatin dan empati kepada Nuryati yang sedang sakit kanker payudara. Nuryati harus yakin bahwa kesembuhan akan datang, karena penyakit ini datangnya dari Allah dan Insya Allah diangkat oleh Allah. Maka dari itu, saya minta Nuryati jangan tinggalkan salat dan terus berdoa meminta kesembuhan,” ujar Dedy.

Lalu kemudian, Dedy memberikan bantuan berupa uang santunan untuk pengobatan Nuryati dari Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Kota Bengkulu, yang mana Nuryati terkena sakit kanker payudara sudah 5 tahun lebih dan telah melakukan beberapa kali operasi untuk mengangkat penyakit kankernya.

“Ini ada uang santunan buat ibu, mungkin jumlahnya tidak seberapa. Tetapi Insya Allah dapat membantu biaya pengobatan dan meringankan beban keluarga. Karena kita inginnya Nuryati dapat sembuh dan kembali beraktivitas normal,” tambah Dedy saat memberikan uang santunan didampingi Ketua UPZ A Gunawan serta Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu Dediyanto.

Sementara itu, suami dari Nuryati yakni Sapari Sulisman, saat menerima kunjungan Wawali Dedy, mengucapkan terimakasih atas kunjungan serta perhatian yang diberikan Pemkot Bengkulu.

“Alhamdulillah, terimakasih atas kunjungan Bapak Wakil Walikota beserta jajarannya dengan menunjukkan kepeduliannya terhadap kami. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih atas bantuannya dan dukungan morilnya karena ini sangat penting untuk istri saya menghadapi penyakit ini. Semoga ini bermanfaat dan semuanya terus diberi kesehatan,” ujar Sapari sambil meneteskan air mata. [Soprian]