PedomanBengkulu.com Bengkulu Tengah – Setelah ditetapkannya dua orang tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar virus corona atau Covid-19, direncanakan sebanyak 22 orang pegawai Puskesmas Karang Tinggi akan mengikuti tes swab pada Selasa (22/9) mendatang. Langkah ini diambil Dinas Kesehatan kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) untuk mengantisipasi adanya perluasan penyebaran Covid-19 yang lebih meluas.

Kepala Puskesmas (Kapus) Karang Tinggi, Fahmul Ansori, SKM saat ditemui awak media Jum’at (18/9/2020) mengatakan dua nakes yang terpapar Covid-19 ini merupakan pegawai puskesmasnya. Diketahui keduanya pernah melakukan kontak oleh pasien Covid-19 berusia 50 tahun di Desa Dusun Baru II Kecamatan Karang Tinggi saat melakukan pengobatan.

“Ada 22 orang pegawai akan menjalani tes swab langsung. Karena ditakutkan terpapar Covid-19. Dua orang nakes saat ini telah menjalani isolasi mandiri,’’ kata Fahmul.

Sementara, Fahmul menuturkan saat ini pihaknya terus melakukan tracking terhadap warga yang diduga pernah kontak dengan pasien Covid-19. Dimana kemarin diketahui adanya penambahan sekitar 5 orang. Selanjutnya dalam tracking dan pelaksanaan rapid, pihaknya melibatkan kepolisian dan TNI.

“Sehingga bagi masyarakat yang enggan swab atau rapid, kita akan ambil langkah tegas. Ini tidak bisa dibiarkan. Karena Covid-19 dikawasan desa sudah cukup banyak menyebar,’’ ujar Fahmul.

Terpisah, Camat Karang Tinggi, Ferry Aprianto, S.Sos mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk taat terhadap protokol kesehatan yang ada. Bagi yang masuk dalam tracking tim kesehatan, diminta untuk ikut dalam rapid maupun swab tes.

‘’Ini demi kebaikan bersama. Seluruh masyarakat tidak perlu takut untuk ikut swab atau rapid,’’ pungkas Ferry. [Hendri Suwi]