Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong- Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi mewanti-wanti tim sukses pasangan Calon Kepala Daerah yang bersaing memperebutkan suara masyarakat Rejang Lebong dipilkada 2020 agar mematuhi protokol Kesehatan dalam rangka pencegahan penularan Virus Corona atau Covid 19. Bagi pasangan Calon yang melanggar protokol kesehatan akan dilaporkan Ke Kementerian Dalam Negeri.

“Mendagri sudah menyampaikan akan mendiskualifikasi bagi calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan dalam penaggulangan Pandemi Covid-19.Kita mempedomani apa yang disampaikan Mendagri ini,” kata Bupati.

Ditambahkan Bupati sebagai ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Rejang Lebong, ia akan menurunkan personil Gugus Tugas ke Masing masing calon untuk melakukan pemantauan.

“Kita tidak membuat aturan sendiri tapi mengacu dengan aturan dari Gugus tugas Pusat dan Pemerintah. kita akan turunkan tim untuk memantau kegiatan masing masing calon, nanti kalau memang ada yang melanggar maka vidio dan Foto fotonya kita kirim ke kemendagri, biar mereka yang menilai dan memberikan Saksi. Kita di daerah bertugas untuk menjaga kepentingan kesehatan warga, kepentingan pilkada kewenangan Mendagri,” kata Hijazi.

Di dalam PKPU Nomor 10 tahun 2020 pasal 58(1) Pertemuan terbatas serta pertemuan tatap muka dan dialog sebagaimanadimaksud dalam Pasal 57 huruf a dan huruf b diselenggarakan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye dengan ketentuan sebagai berikut:

a. dilaksanakan dalam ruangan atau gedung tertutup;

b. membatasi jumlah peserta yang hadir paling banyak 50(lima puluh) orang dan memperhitungkan jaga jarak paling kurang 1 (satu) meter antar peserta Kampanye serta dapat diikuti peserta Kampanye melalui Media Daring;

c. pengaturan ruangan dan tempat duduk harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19); dan.

d. wajib mematuhi ketentuan mengenai status penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada daerah Pemilihan Serentak Lanjutan setempat.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis juga mengeluarkan Surat Telegram Rahasia Nomor ST/2607/IX/OPS.2./2020 tertanggal 7 September 2020. Isinya berupa upaya pencegahan munculnya klaster baru Covid-19 selama masa Pilkada serentak 2020. Telegram ini ditandatangani oleh Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, selaku Kaopspus Aman Nusa II-Pencegahan Covid-19 Tahun 2020. Telegram ini ditujukan kepada para Kasatgas dan Kasubsatgas Opspus Aman Nusa II-2020, serta para Kaopsda dan Kaopsres Aman Nusa II-2020.

Di poin ke 2 Instruksi Kapolri menyebutkan mempelajari dan memahami peraturan KPU Nomor 5, 9, dan 10 Tahun 2020 terkait penerapan protokol kesehatan pada setiap tahapan Pilkada 2020 khususnya tentang pembatasan jumlah peserta kampanye (Rapat Umum maksimal 100 orang, Ratas maksimal 50 orang, debat maksimal 50 orang, dan lain-lain. [Julkifli Sembiring]