PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Wakil Walikota Dedy Wahyudi memaparkan Pembahasan nota penjelasan pengantar keuangan tentang raperda APBD-P Kota Bengkulu sebesar Rp1,5 triliun lebih. Dalam pemaparan dijelaskan Pemkot masih menggenjot dengan target bisa segera disahkan supaya pelaksanaan anggaran sampai akhir tahun, terkhusus kegiatan fisik pembangunan.

Disampaikan Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi saat memaparkan bahwa struktur belanja daerah meliputi belanja tidak langsung yang dianggarkan Rp611 miliar, dan belanja langsung yang dianggarkan sebesar Rp963 miliar.

“Belanja langsung kita Rp600 miliar lebih, kalau belanja langsung kita kurang lebih Rp1 triliun, itu nanti akan kita genjot untuk anggaran perubahan ini dan insya Allah Dewan akan mengerjakan. Target kita, besok sudah paripurna karena kita sudah dikejar waktu,” ujar Dedi saat diwawancarai usai menghadiri rapat paripurna DPRD agenda penyampaian nota keuangan Walikota Bengkulu, Jumat (25/9/2020).

Dalam penyampaian nota keuangan itu, Dedy yang mewakili Walikota Bengkulu merincikan bahwa dari belanja tidak langsung itu diantaranya belanja pegawai sebesar Rp512 miliar.

“Terkait belanja pegawai ini, kemarin Mendagri menyurati soal beban belanja pegawai karena dinilai terlalu membebankan belanja daerah,” celetus Dedy disela-sela membacakan nota pengantar keuangan.

Dedy juga menyampaikan sektor pendapatan pendapatan daerah pada perubahan anggaran sebesar Rp1,2 triliun terdiri dari PAD sebesar Rp226 miliar meliputi pajak daerah Rp114 milir, dari sektor retribusi daerah Rp21 miliar, dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 5 miliar lebih, dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 85 miliar. [Soprian]