Bayi merangkak (Foto: moms.com)

Apakah anda salah satu orang tua yang khawatir dengan bayinya yang mulai bisa merangkak bebas? Biasanya para orang tua khawatir bayinya terpapar kotoran atau menghirup debu yang ada di lantai dan sekitarnya. Padahal hal itu tidak sepenuhnya benar.

Menurut penelitian dari Purdue University, aktvitas bayi merangkak dan terpapar kotoran, mikroba, debu dan jamur yang ada di rumah justru bermanfaat bagi si bayi di kemudian hari.

Diungkapkan bahwa kekhawatiran tersebut belum tentu hal buruk. Peneliti mencoba melakukan simulasi terkait hal tersebut dengan robot bayi yang merangkak di atas karpet untuk mengenali paparan kotoran yang diterima bayi.

Penelitian tersebut dimaksudkan untuk melihat partikel yang terhirup oleh bayi saat merangkak. Peneliti kemudian melihat apa saja yang terhirup oleh bayi saat merangkak.

Hasilnya, partikel yang terhirup mengendap di saluran pernapasan bagian bawah, secara alami hal itu terjadi karena bayi bernapas dengan mulut, berbeda dengan orang dewasa yang bernapas dengan hidung biasanya.

Meski terpapar bakteri dan jamur dapat menyebabkan gangguan pernapasan, namun menurut peneliti, bahwa bayi yang terkena keragaman mikroba akan memiliki tingkat asma yang lebih rendah di kemudian hari. Hal itu mungkin terjadi karena paparan kotoran kepada bayi justru merangsang dan menantang sistem kekebalan tubuhnya untuk menjadi lebih kuat.

Di masa akan datang, peneliti berharap akan dapat bekerja sama dengan peneliti lain terkait mikrobiologi dan imunologi untuk lebih memahami peran mikroba di udara dan alergi pada anak. [Ricky]