Hati yang gelisah membuat kehidupan menjadi tidak tenang dan terasa hambar. Segala sesuatu yang dijalani pun menjadi tidak memiliki arti akibat dari perasaan gelisah.

Untuk menghindari hal tersebut, perlu diketahui beberapa penyebab hati gelisah yang bisa merusak nikmatnya beribadah. Dilansir dari Republika.com berikut beberapa penyebab kegelisahan hati yang kerap melanda.

Pertama, karena banyaknya dosa. Disadari atau tidak, ketika seorang mukmin berbuat dosa, maka akan diliputi oleh rasa bersalah. Dengan demikian, hati pun menjadi gelisah.

Hidupnya dalam keterasingan. Ibnu Qayyim berkata, ”Jika kamu menemukan keterasingan karena perbuatan dosa, maka segera tinggalkan dan jauhi dosa dan maksiat. Hati tidak akan tenang dengan perbuatan dosa.”

Kedua, kurang bersyukur. Padahal, Allah menciptakan segala sesuatu, termasuk semua yang ada di langit dan yang ada di bumi, dengan penuh kasih sayang dan hanya untuk manusia.

“Dan tidak ada binatang melata pun yang hidup di muka bumi ini melainkan Allah yang memberinya rezeki” (QS Hud [11]: 6).

Ketiga, banyak menuntut. Bisa dipastikan hati akan selalu gelisah jika seseorang berpikir harus memiliki segala sesuatu, sementara ia tidak mempunyai kemampuan dan daya tunjang yang memadai untuk meraihnya.

Keempat, cinta dunia. Rasulullah mengkhawatirkan umatnya yang mencintai dunia secara berlebihan.

“Yang paling aku takutkan dari umat sepeninggalanku adalah jika kesenangan dunia dan hiasannya dibuka untuk kalian.” (Muttafaq ‘Alaih).

Kelima, terlalu berharap pada manusia. Seseorang yang bergantung pada selain Allah, hanya akan kecewa.

Keenam, berbuat zalim. Menzalimi orang, itu artinya meninggalkan perasaan tidak enak. Karena itu, segeralah meminta maaf. Karena, meminta maaf dekat dengan ketakwaan yang pada akhirnya menimbulkan ketenangan:

“Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu.” (QS Al-Baqarah [2]: 237).

Ketujuh, lemah iman. Seseorang yang lemah iman akan mudah mengeluh dan menyalahkan keadaan. Bahkan, orang yang lemah iman tidak yakin dengan kemahakuasaan Allah. Padahal, hidup dan mati, rezeki dan jodoh manusia, semua sudah diatur dan ada dalam kekuasaan Allah subhanahu wa ta’alla.

Kedelapan, tidak sungguh-sungguh menaati syariat Allah, malas beribadah, dan enggan bertaubat kepada-Nya. Itu tampak pada banyaknya tindakan maksiat yang dikerjakan setiap harinya.

Itulah beberapa penyebab hati gelisah yang membuat semangat beribadah berkurang. Untuk itu sebagai umat muslim, sepatutnya menjauhi hal tersebut sehingga tercapai ridho dari Allah subhanahu wa ta’alla. [Suci Kusuma]