PedomanBengkulu.com Rejang Lebong – Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Rejang Lebong yang akan bersaing memperebutkan suara pemilih di Pilkada Serentak 9 Desember 2020 melakukan penandatangan dan Deklarasi damai. Disampaikan Ketua KPU Rejang Lebong Restu Wibowo, setelah PKPU 13 Tahun 2020 yang baru diterima KPU RL menjelang pelaksanaan rapat pleno pengundian dan pecabutan nomor urut dilakukan dua sesi.

“Seharusnya sesuai dengan PKPU Nomor 13 tahun 2020 kegiatan pleno hanya dihadiri jajaran KPU, Bawaslu dan pasangan calon beserta tim penghubung atau LO, sedangkan hari sebelumnya pihaknya telah menyebar undangan ke sejumlah pihak. Secara keseluruhan kegiatan kita berjalan baik, namun acara ini tersusun tidak terpisah mengingat baru malam tadi kita terima PKPU 13, karena undangan sudah tersebar jadi acara kita buat dua sesi yakni sesi pertama berupa acara inti yakni pengundian dan pengumuman nomor urut dan sesi kedua yakni penandatanganan dan deklarasi damai Pilkada 2020,” kata Restu usai memimpin pleno pengundian dan pengumunan nomor urut pasangan calon, Kamis (24/9).

Disampaikan Ketua KPU, berdasarkan hasil pengundian nomor urut pasangan calon nomor urut satu didapatkan pasangan M. Faisal – Fatrolazi (F2) kemudian nomor urut dua didapatkan pasangan Susilawati – Ruswan Y.S (SR), nomor urut tiga didapatkan pasangan Syamsul Efendi – Hendra Wahyudiansyah (SAHE) dan nomor urut empat didapat pasangan Fikri Thobari – T. Samuji (FIS).

“Nomor urut ini berlakunya untuk alat peraga kampanye (APK), bahan kampanye dan surat suara,” kata Restu.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Rejang Lebong, Dodi H Supiarso mengakui jika rencana pelaksanaan pleno sebelum adanya PKPU Nomor 13, diamana kegiatan pleno boleh diikuti oleh pasangan calon, perwakilan partai pengusung dan pihak pihak lain yang di undang. Namun setelah keluarnya PKPU Nomor 13 ada pembatasan peserta pleno, mengigat situasi sudah terlanjur ramai, maka Bawaslu, KPU dan Forkompimnda terlebih dahulu melakukan koordinasi.

“Kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk membatasi peserta pleno karena yang datang sesuai dengan undangan pada hari sebelumnya. Setelah dilakukan pembicaraan anatar KPU, Bawaslu, LO dan Forkompimnda maka pelaksanaan kita lakukan 2 sesi kegiatan. Kami berharap kedepannya kejadian seperti ini jangan sampai terulang, karena bisa menurunkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pilkada dan akan menjadi persoalan kalau kegiatan pengumpulan masa tidak bisa kita hindari lagi,” ujarnya.

Kegiatan deklarasi Pilkada Damai ini sendiri dilaksanakan setelah pengundian nomor urut, seluruh Pasangan Calon mendatangani fakta integritas yang berisi 10 poin, yakni:

1.Mengikuti pemilihan bupati dan wakil bupati Rejang Lebong tahun 2020 dengan penuh rasa tanggung jawab, menghormati dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Mengikuti pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong tahun 2020 bersama seluruh elemen masyarakat Rejang Lebong dengan tetap menjaga suasana yang kondusif, aman, dan damai demi tetap terpeliharanya persatuan dan kesatuan.

3. Mengikuti pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong tahun 2020 secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil serta siap menerima hasilnya, menang atau kalah dengan penuh kebesaran jiwa.

4. Menyalurkan dan atau menyelesaikan perbedaan pendapat melalui musyawarah atau melalui jalur hukum yang berlaku dan tidak melalui atau melakukan tindakan anarkis, kerusuhan dan provokasi.

5. Bersedia untuk turut serta menyerukan kepada masyarakat Kabupaten Rejang Lebong untuk melakukan kampanye tanpa ujaran kebencian, hoax, politisasi SARA serta memanfaatkan media sosial dan sarana publik lainnya secara cerdas dan bertanggung jawab.

6. Menyelesaikan persoalan-persoalan yang mungkin timbul, yang terkait dengan pelanggaran pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong tahun 2020 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan tetap mengedepankan semangat kekeluargaan.

7. Mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian covid-19 pada setiap tahapan pemilihan sebagaimana diatur dalam peraturan KPU nomor 6 tahun 2020 yang telah diubah dengan peraturan KPU nomor 10 tahun 2020 dan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh instans yang berwenang.

8. Mengutamakan kesehatan dan keselamatan semua pihak dalam pelaksanaan seluruh tahapan pemilihan tahun 2020.

9.Bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku apabila melanggar peraturan mengenai protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian covid-19.

10. Apabila terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Rejang Lebong, akan bersungguh-sungguh menunaikan semua tugas dan fungsi kepala daerah dan wakil kepala daerah, dan menolak semua perilaku korupsi, kolusi, dan nepotisme. [Julkifli Sembiring]