Jajak pendapat Pedoman Bengkulu

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Jelang penetapan calon gubernur dan wakil gubernur Bengkulu yang akan dipilih dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020, berbagai jajak pendapat digelar oleh situs-situs media online.

Diantaranya yang dilakukan oleh Pedoman Bengkulu. Bagi partisan media dengan tagline Cahaya Perubahan itu Helmi Hasan dan Muslihan unggul jauh dari dua kontestan lainnya, Agusrin-Imron dan Rohidin-Rosjonsyah.

Meski baru sehari diposting, namun ratusan partisan telah ikut terlibat. Jajak pendapat Pedoman Bengkulu ini bukan kali pertama. Seluruh jajak pendapat yang digelar Pedoman Bengkulu mayoritas tak jauh berbeda dengan hasil yang sebenarnya, baik pada Pilkada Bengkulu Tengah, Pemilihan Walikota dan sebagainya.

Tak hanya di Pedoman Bengkulu, Helmi Hasan dan Muslihan DS juga unggul melalui jajak pendapat yang digelar salah satu stasiun televisi swasta terkemuka di Bengkulu.

Sejak sehari diunggah di situs media tersebut, hingga pukul 10.00 WIB, Rabu (9/9/2020), Helmi-Muslihan unggul 52 persen. Berbeda dengan partisian Pedoman Bengkulu yang menempatkan Rohidin-Rosjonsyah diposisi buntut, pada survei media tivi swasta tersebut, pasangan yang disingkat R2 tersebut menempati posisi kedua dengan 30 persen.

Sementara pasangan Agusrin-Imron hanya 18 persen suara.

Deputi Politik Institute of Social Justice, Rudi Nurdiansyah, mengatakan, jajak-jajak pendapat tersebut memberikan sinyal akan adanya kehendak rakyat untuk kepemimpinan baru di Bengkulu.

“Ini menunjukkan selera warganet Bengkulu yang ingin perubahan, bukan mereka yang sudah atau sedang berkuasa,” kata Rudi.

Alumni Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu menjelaskan, kelebihan Helmi-Muslihan dibanding kandidat lain adalah watak kepemimpinannya yang bukan hanya dikenal sebagai pembangun, tapi juga bersih.

“Memang ada segelintir kelompok yang coba memfitnahnya dengan isu-isu receh. Itu pun pakai demonstran nasi bungkus. Tapi publik sudah terlanjur mengenal Helmi dengan baik sebagai sosok yang bersih dan religius,” tukasnya.

Selain itu, lanjut Keluarga Alumni Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi ini, Helmi juga dikenal bukan hanya sebagai bapak pembangunan infrastruktur, namun juga bapak pembangunan mental.

“Akibat usaha dakwah yang dia buat, sudah banyak orang yang tadinya jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala menjadi dekat dengan Allah. Banyak orang yang tadinya tidak pernah tahu arah kiblat sekarang menjadi ahli masjid. Ini revolusi mental yang keren,” demikian Rudi. [Muhammad Qolbi]