Menteri Agama Fachrul Razi, (Foto: Kompas.com).

PedomanBengkulu.com, Jakarta – Kasus penyebaran virus corona di Indonesia terus menunjukkan adanya peningkatan. Hingga Kamis (10/9/2020), kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 207.203 kasus setelah dilaporkan adanya 3.861 kasus baru.

Hal tersebut merespon Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, meminta umat beragama melaksanakan ibadah di rumah dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama di wilayah zona merah.

“Kami imbau umat yang tinggal di kawasan dengan kasus positif Covid-19 yang tinggi, agar sementara membatasi aktivitas di luar, serta beribadah di rumah dulu,” kata Fachrul dikutip CNN Indonesia, Jumat (10/9).

Ia juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah.

“Tugas seorang hamba Tuhan adalah mewujudkan kemaslahatan bagi sesama. Karenanya, kepatuhan dan disiplin terhadap protokol kesehatan harus diyakini sebagai bagian dari wujud pelaksanaan ajaran agama. Teladan itu akan memberi kontribusi besar dalam menghadapi pandemi Covid-19 di negeri kita,” imbuhnya.

Ia menilai, mematuhi anjuran tokoh agama dan pemerintah untuk tetap di rumah serta menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi adalah bentuk kesalehan sosial sebagai umat beragama sekaligus tanggung jawab sebagai warga negara.

“Sebagai umat beragama, kita perlu mengutamakan menjaga keselamatan jiwa atau hifdzu an-nafs. Menjaga keselamatan jiwa merupakan salah satu substansi dan kewajiban utama dalam beragama,” tandasnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah surat imbauan agar umat Islam untuk tidak melaksanakan salat Jumat dan salat lima waktu secara berjemaah di masjid, wilayah zona merah.

Surat Imbauan MUI tersebut tertuang dengan Nomor: Kep-1639/DP MUI/IX/2020 yang diterbitkan Kamis (10/9).

Covid-19 di Bengkulu

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada 6 September 2020, Provinsi Bengkulu dengan jumlah kematian nomor tiga besar di Indonesia, setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan provinsi Bengkulu, Herwan Antoni meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan.

“Saya minta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan,” katanya, 6 September 2020.

Hingga Kamis (10/9/2020), kasus total di Bengkulu telah mencapai 400 kasus, sembuh 210 jiwa, dan meninggal dunia 27 jiwa. [Medi Muamar]