PedomanBengkulu.com, Kota Bengkulu – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan penjualan lahan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu seluas 8,6 hektar di daerah Korpri Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.

Dewi Astuti yang merupakan istri Camat Muara Bangkahulu sekaligus pengembang dan Malidin Sena selaku Lurah Bentiring Kota Bengkulu ditetapkan tersangka dan ditahan di Lapas Perempuan dan Rutan Malabero Bengkulu. Keduanya dijerat Pasal 2 dan 3 undang-undang tindak pidana korupsi.

Kasi Pidsus Kejari Bengkulu Oktalian Darmawan, SH.MH saat diwawancarai, Rabu (2/9/2020) menyebutkan, dalam kasus tersebut kerugian yang dialami negara berdasarkan perhitungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu sebesar 4,5 miliar rupiah.

“Kerugian negaranya berdasarkan perhitungan dari BPKP 4,5 miliar,” kata Oktalian Darmawan.

Kasus ini berawal pada tahun 1995 silam, telah dilakukan pembebasan lahan milik Pemkot seluas 63 hektar yang terletak di Perumahan Korpri Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu oleh tim sembilan yang dibentuk Pemkot, setelah diukurĀ  ternyata luasnya 62,9 hektar. Namun, pada tahun 2015 sekitar 8,6 hektare tanah hibah ini diduga dijual oleh oknum kepada pihak pengembang atau Deplover Perumahan. [Anto]