PedomanBengkulu.com, Lebong – Pasca penetapan dua tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong. Pada kegiatan Diskoperindag UKM Kabupaten Lebong senilai Rp.5,4 Miliar, yang berasal dari APBN tahun anggaran 2018. Terhadap Kadis PMD Provinsi Bengkulu yang juga mantan Kadis Disperindagkop-UKM Lebong, SY selaku Pengguna Anggaran (PA) dan kontraktor PT Awoh Ing Karya RF, selaku pelaksana pekerjaan konstruksi Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak di Kecamatan Bingin Kuning Kabupaten Lebong.

Selain layak mendapatkan apresiasi atas pengungkapan kasus dan penetapan tersangka, Kejari Lebong juga ditunggu ketegasannya untuk bisa mengungkap semua orang yang diduga terlibat, dalam pekerjaan pembangunan pasar tersebut. Seperti disampaikan Tokoh Pemuda Kabupaten Lebong, Deston Nusantara kepada PedomanBengkulu.com Jum’at (18/9/2020) siang.

Dikatakan Deston, dirinya mendukung penuh kinerja Kejari Lebong untuk memberantas pelaku korupsi, bahkan dirinya juga pada Januari 2020 lalu, pernah berkoordinasi ke Kantor Kejari Lebong, untuk menyampaikan dukungan penuh upaya pemberantasan korupsi. Sekaligus menyampaikan harapan agar tahun 2020, Kejari Lebong tidak nihil dalam pengungkapan kasus khususnya Tipikor di Kabupaten Lebong.

“Apresiasi tinggi kepada Kejari Lebong bisa mengungkap adanya kasus dugaan Tipikor di proyek Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak. Tapi saya juga berharap Kejari Lebong bisa mengungkap semua orang-orang dalam kasus ini,” ungkap Deston.

Ditambahkan Deston, dalam paket pekerjaan Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak tahun 2018 lalu, ada tim dibawah PA seperti Pejabat Verifikasi, Penilai Pengendali Kontrak dan tim PHO. Yang berasal dari internal Diskoperindag UKM maupun Tim teknis yang diperbantukan dari OPD lain.

“Jadi wajar dong, kita patut menduga ada keterkaitan orang lain. Karena tidak mungkin seorang pejabat selevel PA bisa berjalan sendiri tanpa adanya tim. Apalagi ini pekerjaan Kontruksi,” ucapnya.

Sementara itu, dikonfirmasi kepada Kasi Intelejen Kejari Lebong Imam Hidayat menyebutkan, untuk sementara memang baru ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Untuk saat ini masih dalam melengkapi pemberkasan seperti keterangan dari tim ahli dan bukti-bukti dari BPKP Provinsi Bengkulu, agar secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan.

“Paling cepat tiga Minggu kedepan, kedua tersangka akan kita limpahkan,” sampai Imam.

Kemudian ketika dikonfirmasi terkait apakah pernah dilakukan pemeriksaan Pejabat Verifikasi, Penilai pengendali kontrak dan tim PHO pekerjaan Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak dan apakah ada kemungkinan akan ada penetapan tersangka baru. Serta kenapa penetapan tersangka bisa langsung kepada PA. Imam menyebutkan, untuk pemeriksaan mereka itu sudah dilaksanakan, dikarenakan itu sudah masuk dalam teknis penyelidikan perkara Pidsus Kejari Lebong dirinya belum bisa berkomentar banyak.

“Setahu saya sudah diperiksa semua, tapi untuk teknisnya bisa langsung ke Pidsus. Tapi yang jelas untuk sementara baru Dua tersangka. Kenapa baru PA, itu sudah masuk substansi perkara, saya tidak berwenang menjawabnya. Karena itu kewenangan sepenuhnya tim penyidik perkara Pidsus,” demikian Imam.[Supriyadi]