PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Perjalanan pasangan Ir. Mian dan Arie Septia Adinata untuk dua periode nampaknya akan menemui jalan terjal. Pasalnya, beberapa partai politik dan organisasi sosial kemasyarakatan(ormas) serta ratusan kelompok masyarakat semakin masif menyuarakan kolom atau kotak kosong pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bengkulu Utara yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

Ketua DPD partai Demokrat Bengkulu Utara, Dedi Syafroni mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mematangkan konslidasi serta persiapan deklarasi.

“Kami hanya mencoba menjalankan prinsip negara berkedaulatan rakyat, dengan mengorganisir kehendak rakyat itu sendiri. Rakyat berhak menentukan pandangan serta pilihan politiknya sendiri, ” kata mantan anggota DPRD Bengkulu Utara periode 2014-2019, Sabtu (12/9/2020).

Menurutnya, pemenangan kolom atau kotak kosong bukanlah tindakan yang salah. Masyarakat berhak memilih yang menurutnya terbaik untuk Kabupaten Bengkulu Utara.

“Perlu dipahami, mensosialisasikan kotak kosong itu beda dengan seruan tidak memilih atau golput. Mengusung kotak kosong itu tindakan yang konstitusional dan ada dasar hukumnya. Jelas visi dan misinya mensuport rakyat untuk merdeka atas pilihannya. Jadi, jangan diintimidasi dalam bentuk apapun, sebab bisa berdampak pidana,” ungkapnya.

Dedi Syafroni mengatakan bahwa banyak aspek yang akan dikawal oleh relawan kotak kosong. Selain persoalan memenangkan kotak kosong ,netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan jajaran penyelenggara pemilu sampai ke tingkatan terbawah serta money politic juga akan dijadikan program prioritas.

Mantan DPRD Bengkulu Utara ini juga menghimbau bagi siapapun masyarakat Bengkulu Utara yang ingin berpartisipasi, silahkan menghubungi ketua Partai Berkarya dan Partai Perindo. Dan meminta masyarakat untuk tidak golput pada Pilkada 9 Desember mendatang.

“Jangan golput, mari menangkan kolom atau kotak kosong. Sebab pilkada itu tidak hanya sekadar urusan memilih atau tidak. Ini persoalan penentuan nasib serta harapan seluruh masyarakat Bengkulu Utara selama 5 tahun ke depan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, ada 5 partai politik yang telah bersepakat mengusung kotak kosong. Kelimas partai politik tersebut yaitu Partai Demokrat, Partai Perindo, Partai Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Garuda. [Sugeng]