PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Puluhan mahasiswa Universitas Ratu Samban (UNRAS) menggelar aksi di depan kantor Bupati Bengkulu Utara, Selasa (15/9/2020).

Dalam aksi demo tersebut para mahasiswa menyampaikan beberapa pandangan mahasiswa tentang kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara dari berbagai aspek seperti infrastruktur yang tidak merata, beberapa mega proyek yang mangkrak.

“Janji adalah hutang. Saya heran dengan nobatan beliau sebagai bapak pembangunan Bengkulu Utara. Kalau dilihat dari segi pendidikan apakah sudah direalisasi. Apakah pembangunan Bengkulu Utara merata. Ingat kawan-kawan. Apa kabar beberapa mega proyek yang mangkrak Bengkulu Utara ini. Apakah itu pantas disebut Bapak pembangunan,” ujar Yoki salah satu mahasiswa yang menyampaikan orasinya.

Selain pembangunan infrastruktur pihaknya juga mengorasikan bantuan Pemkab terhadap Yayasan Ratu Samban Kabupaten Bengkulu Utara yang belum tersalurkan, sedangkan Universitas Ratu Samban ini milik Bengkulu Utara.

“Bupati yang lama pernah memberi bantuan sebesar Rp 50 juta ditahun 2015 lalu, sedangkan Bupati Ir Mian hanya mengumbarkan janji janji saja, tapi hingga sekarang tidak ada yang dibantu untuk Universitas Ratu Samban,” imbuhnya.

Kedatangan para mahasiswa Unras tersebut hanya diterima oleh Asisten I, Dullah dan Asisten II, Untung Pramono. Dan mahasiswa membubarkan diri. [Sugeng]