Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Yooo, kawanmuda. Berjumpa lagi di perjalanan Khuruj Fi Sabilillah umatnya Rasulullah, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Alhamdulillah, ya. Allah masih memberikan nikmatnya kepada kita, berupa nafas dan kesehatan yang bersemayam dalam tubuh.

Ops, nanti dulu kawanhijrah. Sudah gak sabar ya, mengintip perjalanan para Da’i Masjid Al-manar Kelurahan Belakang Pondok Kecamatan Ratu Samban Kota/Provinsi Bengkulu. Ternyata, semakin hari. Perjalanan khuruj ini, tambah seru loh guys.

Belum satu pekan berlalu, tapi banyak pengalaman hidup nan baru dan memacu adrenalin loh, ditemukan dalam perjalanan khuruj ini. Mau tahu? Penasaran ya? Hihihih. Ok, ok, yuk mulai.

Lima malam, tak terasa telah berlalu di Masjid At-Taqwa Sungaihitam Kelurahan Beringin Raya Kecamatan Muara Bangkahulu Kota/Provinsi Bengkulu. Perjalanan dihari ke-enampun sudah menanti, di depan mata para Da’i Masjid Al-Manar.

Berselang sekitar sepuluh menit. Usai menikmati sarapan pagi, sarimi kuah spesial dan telur dadar istimewah yang diracik dengan shalawat nabi. Pada Minggu (6/9/2020) sekira 08.00 WIB, sebagian jamaah Masjid Al-manar tampak sibuk menyapu, mengepel lantai dan membersihkan bagian shaf dalam masjid. Sementara, sebagian lagi tampak fokus mengemas pakaian, ke dalam tas dan ransel di salah satu ruangan khusus masjid tersebut.

Jika diprediksi melalui pandangan, hasil musyawarah ba’da shubuh itu jelas memutuskan para jamaah harus melanjutkan perjalanan khuruj menuju masjid lainnya. Tampak semangat membara dari raut wajah, para jamaah itu dalam menyambut suasana baru perjalanan.

Tak menunggu lama, setelah melakukan muzakaroh adab perjalanan. Tampak perlengkapan perjalanan yang telah dikemas, tersusun rapi di atas back mobil pick-up tumpangan Da’i Masjid Al-manar.

Kemudian, sekitat sepuluh menit berlalu. Allah, menghantarkan kendaraan para Da’i muda ini menuju pemberhentiannya di kawasan wisata Pantai Zakat Kota Bengkulu. Bukan kawanhijrah. Persinggahan itu bukan untuk refresing atau melepas penat, dengan mandi di kawasan wisata tersebut.

Melainkan, persinggahan itu direncanakan Allah untuk para Risma menjalankan program di Mushollah Al-Syukron. Rumah ibadah yang berdiri tepat disebrang jalan, kawasan wisata tersebut. Persinggahan itu bukan tanpa alasan loh, kawanmuda.

Entah. Apa yang Allah rencanakan dalam persinggahan itu, namun diyakini hal itu telah diringi manfaat dan hikmah dalam perjalanan khuruj tersebut. Sehingga, membuat para jamaah itu mesti menjalankan program harian yang seolah, berada di zaman Rasulullah dan sahabat dalam menyebarkan agama.

Salah satunya, dikarenakan kondisi mushallah yang kurang efektif para Risma mesti melakukan taklim dengan suasana bentang alam. Di bawah sinar matahari yang bernaungkan pohon cemara, di tepi jalanan wisata nan dipercantik dengan tenda-tenda yang didirikan para Da’i tersebut.

Satu sisi, mungkin sebagian masyarakat yang melihat kondisi itu menganggap para Risma itu, adalah pemuda yang kurang kerjaan. Namun, satu sisi lagi hal itu malah membakar semangat para Da’i untuk terus meningkatkan iman, dalam mengamalkan agama Islam.

“Insya Allah, besok kita pindah ke Masjid Al-Kholil. Karena kondisi disini kurang munasif, untuk menjalankan program,” kata seorang pemimpin pasukan jamaah Masjid Al-Manar, Ustad Yaqub.

Malam pun menghampiri, suasana yang sebelumnya kurang bersahabat serasa akrab ditengah kesunyian. Semilir angin yang bertiup sejuk, seakan menyamankan bahu-bahu para Da’i yang telah menjalankan program Jaulah (keliling). Guna mengajak para pengunjung wisata Pantai Zakat, meramaikan mushallah dengan mendirikan sholat berjamaah dan mendengar hadits-hadits Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Lantas itu, suasana yang menjadi terapi fikiran itu meneguhkan niat ke-tiga belas Da’i untuk menunaikan puasa sunnah senin (7/9/2020). Terlihat, setelah sahur bersama para pasukan Risma mulai bersiap melaksanakan sholat shubuh berjamaah dan dilanjutkan, dengan Yasinan sembari menyambut terbitnya sang surya pagi itu.

Sedikit informasi, setelah menikmati suasana se-malam di kawasan wisata Pantai Zakat. Saat ini, pasukan jamaah Masjid Al-manar telah melanjutkan estafet khuruj fi sabilillah di Masjid Al-Kholil yang berdiri, di tengah pemukiman warga Kelurahan Berkas Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu.

Nah, bagi kawanmuda yang dihatinya telah tersirat untuk berhijrah. Menuju kehidupan yang lebih baik, dengan mendalami hakekat beragama Islam dipersilahkan dan sangat diharapkan bersedia, datang bercengkrama guna Ngopi (ngobrol perkara iman) sembari ngeteh (ngebahas tentang hidayah) bersama pasukan hijrahnya Masjid Al-manar tersebut.

Bersambung..

Al-Fatih