PedomanBengkulu.com, Lebong – Masyarakat Kabupaten Lebong, dikejutkan dengan penetapan dua tersangka oleh Pidsus Kejari Lebong, terhadap Kadis PMD Provinsi Bengkulu SY, yang merupakan mantan Kepala Diskoperindag UKM Kabupaten Lebong selaku PA. Kemudian RF selaku Kontraktor PT Awoh Ing Karya. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka terduga tindak pidana korupsi pekerjaan kontruksi fisik Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak. Yang merupakan kegiatan Disprindagkop UKM senilai Rp 5,4 Miliar, yang bersumber dari APBN TA 2018.

Berbeda dengan penanganan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rest Area Bedan kileak milik DPKPP Provinsi Bengkulu TA 2018, sebelumnya juga disinyalir terdapat kekurangan fisik. Setelah proses lid intel dan dik Intel Kejari Lebong, Kemudian masuk lid Pidsus, kasus tersebut bisa dikatakan selesai, dengan kesepakatan DPKPP dan kontraktor pelaksana melakukan perbaikan fisik yang terindikasi merugikan negara tersebut.

Penetapan kedua tersangka Proyek Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak tersebut, tidak perlu memakan waktu lama. Bahkan terhitung diterbitkannya Sprint lid Pidsus Kejari Lebong pada Juni 2020 lalu. Hanya butuh empat bulan, tepatnya tanggal 7 September 2020, Kejari Lebong sudah menetapkan tersangka untuk kedua orang tersebut.

“Memang benar, Pidsus Kejari Lebong sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak,” sampai Kepala Kejari Lebong Fadil Regan melalui Kasi Intel Imam Hidayat kepada PedomanBengkulu.com, Kamis (17/9/2020) sore.

Penetapan kedua tersangka tersebut, lanjut Imam, berdasarkan hasil penghitungan kerugian negara oleh tim ahli dari BPKP sekitar Rp. 393 juta. Kasus itu sendiri dilakukan penyelidikan, berdasarkan hasil temuan tim Kejari Lebong.

“Kasus ini bukan laporan, tapi temuan tim Kejari Lebong. Karena sebelumnya memang sudah masuk pantauan kita,” ucap Imam.

Ketika ditanya apakah akan ada penambahan tersangka baru dalam kasus Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak tersebut, Imam menyebutkan hal tersebut tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain. Semua itu juga sembari melihat hasil perkembangan penyelidikan tim Pidsus.

“Masih didalami, untuk sejauh ini baru dua tersangka,” pungkasnya.[Supriyadi]