PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pemerintah kota (Pemkot) Bengkulu melalui Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Rosmayetti menggelar pertemuan bersama pihak Kepolisian Resor (Polres) Kota Bengkulu dalam rangka pembahas diseminasi pembelajaran dan penertiban lalu lintas untuk anak usia dini dari siswa SD hingga SMP, pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Dinkes, Rabu (23/9).

“Melalui pertemuan ini, kita minta pihak Disdik untuk memberikan arahan atau melakukan sosialisasi kepada guru serta wali murid untuk anak-anaknya yang belum mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk tidak mengizinkan anaknya mengendarai kendaraan roda dua maupun roda empat. Hal ini dikarenakan angka kecelakaan sangat tinggi pada anak usia dini khususnya di Kota Bengkulu,” ujar Kanit Dikyasa Sat Lantas Polres Bengkulu IPDA Ade, Rabu (23/9/2020).

Pertemuan tersebut sambungnya, karena mengingat angka kecelakaan pada usia dini di Kota Bengkulu cukup tinggi maka kita pemerintah sangat penting hadir dan memberi peringatan dini, guna meminimalisir kecelakaan pada anak usia dini.

“Jangan sampai karena kelalaian para wali murid, banyak anak-anak menjadi korban kecelakaan. Makanya harus ada sosialisasi, agar wali murid dapat menjaga anaknya dari bahayanya kecelakaan lalulintas,” jelas IPDA Ade.

Menanggapi hal itu, Kadisdik Rosmayetti sangat merespon positif dan sangat menyetujui untuk sesegera mungkin melakukan kegiatan sosialisasi kepada guru serta wali murid nantinya.

“Setelah pertemuan ini, kita sepakat akan melakukan sosialisasi kepada wali murid yang akan diadakan pada hari Kamis (24/9/2020) – Jumat (25/9/2020) mendatang,” ungkapnya.

Dengan demikian sambung Rosmayetti minimal dengan terlaksananya sosialisasi nanti antara pihak berwajib, dewan Guru serta Wali murid dapat menekankan akan kecelakaan pada anak usia dini.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan arahan kepada guru serta wali murid tentang pentingnya keselamatan serta memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang peraturan lalulintas,” pungkas Rosmayetti. [Soprian]