Pedomanbengkulu.com Rejang Lebong – Sebanyak 100 orang pengelola objek wisata di Kabupaten Rejang Lebong diberi bimbingan teknis strategi promosi wisata melalui media digital di era kenormalan baru. Kegiatan yang difasilitasi Anggota DPR RI Komisi X Dewi Coryati bekerjasama dengan Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif serta Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bengkulu yang dilaksanakan salah satu Hotel di Kota Curup Sabtu (5/9/2020).

Disampaikan Dewi Coryati, Rejang Lebong merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bengkulu yang memiliki objek wisata maupun sumber saya manusia, namun untuk promosi wisata kurang memadai sehingga diketahui orang luar masih kurang.

“Untuk objek wisata Rejang lebong ini memiliki banyak destinasi, nah kita hari ini memberikan bimtek agar pelaku atau pengelola wisata ini bisa melakukan promosi dengan baik sehingga objek wisata ini dikenal pihak luar. Untu promosi wisata ini kita harus memanfaatkan media Sosial. Perkembangan era digital untuk mempromosikan sangat efektif dan efisien,” kata Dewi kepada awak media, Sabtu (5/9).

Ditambahkan Dewi, Melalui kegiatan Bimtek untuk para pelaku usaha pariwisata sebanyak 100 orang dengan 18 destinasi wisata tersebut pihaknya berharap, para palaku usaha bisa mempromosikan wisata andalannya untuk kembali bangkit di masa kenormalan baru saat ini.

“Tujuan kita agar perekonomian masyarakat baik pengelola maupun warga yang ada disekitar kita lokasi bisa kembali pulih dan pengunjung juga memperoleh kebahagiaan,” kata Dewi.

Di sisi lain, Kepala Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bengkulu, Iskandar Novianto yang turut menjadi pemateri dalam Bimtek tersebut mengatakan, pihaknya memberikan pemahaman tentang kelembagaan untuk mengelola potensi wisata. Ia berharap setiap desa bisa membentuk BUMdes yang mengelola tempat Wisata

“Peluang untuk desa cukup besar untuk meneglola lokasi wisata. Dengan adanya kelembagaan BUMDes maka penyertaan modal bisa dilakukan melalu Dana Desa dan juga mendapatkan permodalan dari pihak swasta ataupun CSR perusahaan,” kata Novianto.

Terpisah Deputi Pemasaran Bidang Komunikasi Pemasaran, Kementrian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif, Dedi Ahmad Kurnia mengungkapkan, saat ini upaya promosi pariwisata melalui media sosial di daerah-daerah masih dinilai kurang, dengan kegiatan Bimtek tersebut diharapkannya para peserta bisa memanfaatkan media digital untuk mempromosikan wisatanya masing-masing.

“Karena pada masa sekarang promosi yang efektif dan efisien adalah melalui media digital. Sehingga pariwisata di Rejang Lebong bisa eksis dan terkenal tak hanya di Provinsi Bengkulu tetapi juga lintas provinsi,” ujarnya. [Julkifli Sembiring]