PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Kapolres Rejang Lebong AKBP Puji Prayitno meminta agar seluruh orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya terutama yang belum cukup umur dalam penggunaan kenderaan terutama penggunaan sepeda motor. Ia menyampaikan saat ini pembunuh nomor satu yakni kecelakaan lalulintas di jalan raya terutama penggunan sepeda motor di kalangan anak dibawah umur

“Dalam Hut Lalu Lintas ke 65 tahun pada tahun ini, saya berharap Sat Lantas bisa bekerja lebih profesional dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena kecelakaan lalulintas di Kabupaten Rejang Lebong ini tergolong sangat tinggi. Saya berharap untuk seluruh masyarakat yang memiliki anak kecil yang belum waktunya mengendarai sepeda motor agar dipantau orang tua. Karena kita harus bisa merubah mineset kita bahwa kecelakaan atau motor adalah mesin pembunuh nomor satu bahkan kecelakaan lalu lintas dibandingkan kasus pembunuhan sama kasusnya bahkan lebih banyak kecelakaan lalu lintas,” kata Kapolres, Selasa (22/9/2020).

Untuk menekan angka kecelakaan lalu intas di wilayah Rejang Lebong, Kapolres menekankan agar Sat lantas, Polsek dan Babinkamtibmas terus meberikan edukasi kepada masyarakat terumata untuk anak-anak sekolah

“Kita juga akan meluncing pelajaran lalu lintas juga akan dimasukkan dalam pelajaran sekolah. Melalui kurikulum lalu lintas ini kita bisa memberikan gambaran bahwa kecelakaan lalu lintas bisa mematahkan masa depan anak anak,” kata Kapolres.

Ditambahkan Kasat Lantas Polres RL Iptu Aan Stiawan Kecelakaan lalu lintas yang terjadi sejak bulan Januari hingga September 2020 telah terjadi 37 kasus kecelakaan lalu lintas dengan 10 pengendara meninggal dunia.

“Rata-rata yang menjadi korban meninggal dunia ini adalah anak dibawah umur,” kata Kasat.

Kasat juga menyampaikan pihaknya dalam pekan ini akan melauncing pelajaran lalu lintas menjadi salah satu Kurikulum yang dimasukan dalam pelajaran SD dan SMP.

“Kesadaran lalu lintas ini akan dimasukan dalam mata pelajaran PPKN. pembelajaran tentang lalu lintas ini kita tanamkan dari pelajar SD dan SMP sehingga pada saat mereka dewasa sudah terntanam dalam diri mereka tentang kesadaran berlalulintas,” pungkas Kasat. [Julkifli Sembiring]