PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kamis (24/9/2020) sekitar pukul 13.15 WIB, gabungan mahasiswa dan petani melakukan demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

Demo tersebut dalam rangka menuntut hak-hak petani yang tergerus oleh perusahaan tambang dan perkebunan.

“Tolong pikirkan nasib petani,” teriak salah satu pendemo, Kamis (24/9/2020).

Setelah berorasi dan menyampaikan pernyataan sikap dari pendemo, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Dempo Xler menemui para pendemo dan melakukan negosiasi.

Dempo Xler menyebut, semua aspirasi yang disampaikan adalah benar dan wajib diperjuangkan. Bahkan ia juga telah berkirim surat ke senayan terkait aspirasi ini.

“Kami anggota DPRD, khususnya komisi IV memang mitra kami Disnaker, kami sejak awal sudah memperjuangkan ini. Kami sudah bersurat ke senayan dan masing-masing partai di MPR dan DPR. Bahkan semua parlemen partai yang ada disini, tahun yang lalu sudah mengirimkan surat ketika aksi teman-teman,” kata Dempo.

Usai bernegosiasi dengan pendemo, Dempo dan anggota dewan lainnya kembali ke dalam Kantor DPRD Provinsi karena situasi semakin memanas.

Pihak kepolisian pun meminta pendemo untuk membubarkan diri. Namun pendemo tetap bertahan, sehingga water canon disemprotkan untuk membubarkan demo tersebut. [Medi Muamar]