PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu menggelar prosesi wisuda Sarjana, Magister & Doktor Angkatan XV Tahun 2020, Kamis (10/9). Menariknya, lantaran masih dalam masa pandemi virus Corona (Covid-19) prosesi wisuda diselenggarakan dengan cara yang tidak biasa, yakni selain laksanakan di ruang terbuka panitia juga memberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Kasubag Humas IAIN Bengkulu Sri Ihsan, M.Pd menerangkan bahwa wisuda ini sangat spesial karena pertama kali sepanjang sejarah penyelenggaraan wisuda di IAIN Bengkulu.

“Diwisuda kali ini, para wisudawan tidak didampingi oleh orang tua. Sendiri saja. Konsepnyapun beda juga. Mahasiswa diatur jaraknya sesuai dengan protokol kesehatan. Tempat wisudapun kami selenggarakan di lapangan parkir gedung Rektorat IAIN Bengkulu. Nanti, para mahasiswa ini duduk di tempat terbuka di bawah tenda depan gedung pascasarjana IAIN Bengkulu dan depan Auditorium IAIN Bengkulu. Ketika disebut namanya, dari tenda berjalan menuju podium, bergantian, satu persatu. Waktu wisuda pun tidak serentak. 598 peserta dibagi dua. Ada sesi pagi dan siang. Ini untuk menghindari kerumunan. Semua sudah dikonsep dengan matang mengikuti protokol kesehatan,” ucap Ihsan.

Diterangkannya, adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi virus corona mengharuskan perubahan dalam segala hal. Salah satunya wisuda saat ini. Namun situasi Covid, Alhamdulillah, tetap terselenggara penuh khidmat, sederhana, tanpa mengurangi esensi. Pada wisuda ke-15 bagi 598 wisudawan dan wisudawati, terdiri dari 115 mahasiswa fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, 211 dari fakultas Tarbiyah dan Tadris, 148 dari fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dan 79 sarjana dari Fakultas Syariah. Kemudian, program pascasarjana mewisuda 44 Magister, dan satu Doktor. Wisuda Strata 1 Terbaik Tingkat Institut Agama Islam Negeri Bengkulu Julita Tri Anggraini IPK 3,95.

Di lain sisi, dalam sambutannya Rektor IAIN Bengkulu Prof. Dr. H. Sirajuddin M, M.Ag, MH menyampaikan, menamatkan pendidikan dari institusi ini, jangan lupakan jasa dan kebaikan orang tua yang telah mendoakan, mendukung, bahkan membiayai hingga selesai dalam menempuh pendidikan. Juga doakan para dosen yang telah berjibaku mentransfer ilmu dan karakter selama saudara menempuh pendidikan di kampus ini.

“Wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan. Tapi, ini merupakan awal langkah untuk menapak pendidikan berikutnya. Saudara akan banyak belajar dari proses panjang saat meniti karir di medan kerja, saat saudara harus bersosialisasi dan beradaptasi pada heterogenitas masyarakat, ketika harus berkolaborasi dengan orang-orang berlatar belakang budaya berbeda. Saya berdoa, setelah wisuda ini, saudara sukses meniti karir. Saudara akan menjadi manusia bermartabat. Saudara akan mampu mengamalkan ilmu sebanding dengan gelar yang melekat sejak saat ini,” ujar Rektor.

Data terhimpun, Julita Tri Anggraini dari Fakultas Tarbiyah dan Tadris Prodi Pendidikan Agama Islam menjadi wisudawan terbaik pada wisuda angkatan ke XV dengan IPK 3,95. Sedangkan wisudawan sarjana dan program pascasarjana terbaik tingkat fakultas diraih oleh Muhammad Ma’ruf dengan IPK 3,82 dari Fakultas Syari’ah. Muhammad Wahyu Meizon IPK 3,89 Fakultas Tarbiyah dan Tadris. Yuliani Pertiwi IPK 3,83 Fakultas Ushuluddin Abad dan Dakwah. Ria Respika IPK 3.95 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta Basinun dari Program Pascasarjana dengan IPK 3,73. [Kucir.06/ADV]