Tangkapan layar video ospek daring Unib. Mahasiswi dibentak dan disuruh mencoret wajahnya dengan lipstik. (Foto: Istimewa)

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Perwakilan Universitas Bengkulu (Unib) akan mengunjungi rumah salah satu mahasiswa baru yang video ospek daringnya viral di media sosial belum lama ini.

“Rencananya besok Sabtu (19/9), perwakilan Unib akan mengunjungi langsung rumah mahasiswa baru yang jadi korban perpeloncoan tersebut di Manna, Bengkulu Selatan,” kata Wakil Rektor Unib Bidang Kemahasiswaan, Eric Syahrial, Jum’at (18/9).

Menurut Syahrial, kunjungan tersebut bertujuan untuk bertemu dengan orang tua mahasiswa baru yang menjadi korban perundungan tersebut dan meminta maaf langsung atas nama universitas.

Selain itu, kunjungan tersebut juga bertujuan untuk meminta konfirmasi langsung kepada mahasiswa baru tersebut atas peristiwa tersebut sehingga tim pencari fakta dapat membuat rekomendasi.

Dalam kunjungan tersebut, juga ikut serta psikolog yang akan melakukan pendampingan dan konseling kepada korban.

“Kami khawatir, mahasiswa baru yang jadi korban itu jadi tidak mau kuliah lagi karena takut dengan kakak tingkatnya di kampus,” katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pendampingan oleh psikolog dari Unib diharapkan dapat membuat korban menjadi percaya diri lagi dan masih mau melanjutkan kuliahnya.

Sebelumnya diberitakan, akun Twitter @ababil_kuadrat pada Rabu (16/9), membuat utas dan mengunggah video ospek dari di Fakultas Teknik Universitas Bengkulu yang kemudian menghebohkan jagat dunia maya karena salah satu peserta ospek diduga mengalami kekerasan verbal dan diminta mencoret wajahnya dengan lisptik.

Utas tersebut kemudian viral dan hingga saat ini telah dibagikan lebih dari 17 ribu kali dan mendapatkan suka 52 ribu. Unib kemudian mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi masalah tersebut, membentuk tim pencari fakta, meminta maaf secara terbuka, mengupayakan konseling dan berjanji akan memberikan sanksi kepada pelaku perundungan. [Ricky]