Tangkapan layar utas tentang ospek daring Unib (Foto: Istimewa)

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Menyusul viralnya video Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek), Universitas Bengkulu (Unib) meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan keluarga mahasiswa yang menjadi korban perpeloncoan tersebut.

“Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat umumnya dan keluarga mahasiswa kami yang jadi korban PKK (Pengenalan Kehidupan Kampus) oleh oknum panitia tidak bertanggungjawab,” kata Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Unib, Yar Johan, Kamis (17/9).

Pihak Unib membenarkan bahwa kejadian di dalam video tersebut adalah kegiatan yang terjadi saat PKK di salah satu fakultas di Unib.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pihak Unib kemudian membentuk tim pencari fakta untuk memastikan kejadian tersebut.

“Dari pimpinan sudah menunjuk tim investigasi pencari fakta, bila kemudian bersalah maka akan diberi sanksi,” katanya.

Selain itu, katanya, karena video ospek yang beredar tersebut tidak disensor, sehingga berdampak terhadap kesehatan mentalnya.

Sehingga pihak Unib juga berjanji akan melakukan pendampingan kepada korban tersebut untuk memulihkan kesehatan mentalnya, agar korban dapat kembali semangat untuk menempuh pendidikan di Unib.

“Korban akan didampingi dari tim Unib terkait penguatan psikisnya dan menguatkan mentalnya agar terus semangat menempuh pendidikan di Unib, tidak perlu takut,” ujarnya.

Selanjutnya, pihak Unib juga berencana akan mengunjungi rumah mahasiswa yang menjadi korban perpeloncoan tersebut.

Untuk diketahui, akun Twitter @ababil_kuadrat membuat utas dengan judul “Kronologis Kasus Perloncoan pada Ospek di Fakultas Teknik Universitas Bengkulu (UNIB)”. Akun tersebut menyertakan bukti video dan tangkapan layar adanya kekerasan verbal pada kegiatan ospek daring di Unib tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, utas tersebut telah disukai sebanyak 50 ribu akun dan dibagikan lebih dari 16 ribu kali. [Ricky]