PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Seorang wanita inisial MJ yang berprofesi sebagai developer perumahan di Bui usai menjalani pemeriksaan penyidik ​​Ditreskrimum Polda Bengkulu atas kasus dugaan penipuan karena melakukan pembayaran material menggunakan cek kosong.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono melalui Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Teddy Suhendyawan, Senin (26/10/2020) mengatakan, MJ ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penipuan cek kosong yang korbannya adalah
Dermawan, warga Kelurahan Padang Nangka Kota Bengkulu.

“Dia (tersangka) bayar pakai cek kosong. Setelah dicek korban ke bank duitnya enggak ada,” kata Teddy Suhendyawan.

Sementara itu MJ membantah atas dugaan penipuan cek kosong yang di tuduhkan padanya. MJ menyebut, jika cek kosong itu tidak masuk ranah perkara pidana, tetapi perdata.

“Saya dituduh penipuan, penggelapan kosong oleh Dermawan, Wawan. Jadi menurut saya, menurut undang-undang, cek kosong ini bukan pidana, harusnya perdata,” ungkap MJ.

MJ menjelaskan, memang ada kesepakatan antara dirinya dengan Dermawan bahwa pencairan cek dilakukan setelah ada uangnya.

“Saya ada kesepakatan sama saudara Wawan, cek baru bisa dicairkan kalau ada uangnya. Tapi Wawan melanggar kesepakatan dan sengaja mencairkan jadi cek kosong,” terang MJ.

Berdasarkan laporan korban, peristiwa dugaan penipuan berawal saat MJ membeli barang, bangunan di toko korban dengan total Rp 213 juta.

Pembayarannya dilakukan dengan memberikan cek. Namun pada saat pencairan diduga uangnya tidak ada hingga korban akhirnya melapor ke Polda Bengkulu. [Anto]