Anggota DPD/MPR RI Hj Riri Damayanti John Latief menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada petugas medis, beberapa waktu yang lalu. 

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Besok, Sabtu (24/10/2020), 70 tahun Hari Dokter Nasional diperingati Pemerintah Republik Indonesia. Peringatan ini sedemikian penting karena berlangsung ditengah perang melawan pandemi covid-19.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Hj Riri Damayanti John Latief, menuturkan, dokter adalah pahlawan masa kini ketika mereka berada di garda terdepan perang melawan covid-19.

“Dalam perjuangan melawan covid-19 ini sudah banyak yang meninggal dunia. Sejarah mencatat kontribusi dokter dalam bidang kemanusiaan di tanah air sudah sangat banyak. Selamat Hari Dokter Indonesia, terimakasih telah dan masih terus bersedia berjuang. Semoga selalu sehat dan dapat terus berkarya,” kata Riri Damayanti.

Alumni Psikologi Universitas Indonesia ini berharap seluruh hak-hak dokter selama berjuang melawan pandemi covid-19 tidak ada yang tertahan atau tidak direalisasikan.

“Pandemi belum berakhir dan belum tahu kapan akan berakhir. Masih banyak tantangan kedepan selama pandemi masih terjadi. Adalah hak dokter untuk terlindungi ketika bertugas dengan APD dan fasilitas serta alat-alat medis yang memadai,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini mengungkapkan, upaya pengendalian pandemi memang tidak bisa disandarkan hanya kepada para dokter semata.

“Dokter boleh di depan, tapi pemerintah, segenap komponen masyarakat dan kita semua harus berdiri tegak dibelakangnya untuk mendukung. Sering-sering cuci tangan di air mengalir, disiplin pakai masker, disiplin jaga jarak,” tandas Riri Damayanti.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini meminta kepada pemerintah untuk mengatasi berbagai persoalan masih minimnya tenaga kesehatan profesional yang masih minim di pelosok-pelosok.

“Bahwa dokter harus bersedia ditempatkan di polosok yang jauh, saya setuju. Tapi fasilitasnya harus ditunjang juga. Ini pekerjaan rumah yang belum rampung sejak reformasi bergulir. Mudah-mudahan semua pihak terkait yang mendengar pesan ini bisa membenahi hal ini,” demikian Riri Damayanti.

Data terhimpun, Hari Dokter Nasional mengacu kepada terbentuknya organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada tahun 1950.

Pun demikian, dokter-dokter Indonesia tercatat banyak yang terlibat dalam perjuangan bagi kemanusiaan sejak sebelum Indonesia merdeka seperti dr. Sutomo, Wahidin Sudirohusodo, Tjipto Mangoenkoesomo, dan dokter-dokter lainnya yang berjuang bukan hanya memerangi penyakit namun juga memerangi penjajahan. [**]