Warga saat memarahi kades di kegiatan penyerahan bantuan, Selasa (6/10/2020).

PedomanBengkulu.com, Seluma – Kepala Desa Air Keruh, kecamatan Ulu Talo Kabupaten Seluma, Midi Harjo membantah tidak membantu warga desa saat terjadi banjir pada Senin (5/10/2020) malam lalu. Midi Harjo mengatakan ia datang ke desa, meski tak langsug hadir saat banjir pertama kali datang.

Midi mengatakan, ia meninggalkan desa karena berencana mengikuti rapat di dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD). Ia pun sudah meminta izin kepada Camat Ulu Talo.

“Rencananya saya mau mengikut kegiatan rapat di PMD dan meminta izin camat. Ternyata dinihari saya mendapat kabar desa kebanjiran, sehingga saya langsung pulang,” jelasnya (11/10/2020).

Setelah mendapat informasi mengenai desa yang telah direndam banjir, ia langsung pulang. Namun ia kesulitan melintas karena kawasan desa Napal Melintang kecamatan Ulu Talo juga telah mengalami banjir.

“Tetap saya berusaha ke desa, dan sampai pukul 01.00 dinihari, kemudian saya langsung bantu warga untuk menangani banjir. Tidak ada niat saya untuk meninggalkan warga,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kepala desa Air Keruh, Midi Harjo dimarahi warganya sendiri saat kegiatan penyerahan bantuan kepada warga yang terdampak banjir sedang berlangsung. Warga marah karena kades tidak hadir saat banjir pertama kali datang.

“”Kami itu minta support pak, minta dukungan, gerakkan warga ini waktu banjir kemarin, bukan kegiatan ini. Masalah bantuan nomor sepuluh lah, yang penting kadesnya ada. Ini mana kadesnya? ini yang datang duluan malah Sekcam dan anggota DPRD,” ujar teriakan warga saat acara berlangsung. [IT2006]