Oleh: Julkifli Sembiring

Pencegahan penularan Covid 19 di Rejang Lebong terkesan setengah hati, anggaran yang cukup besar yakni mencapai Rp 100,4 Miliar untuk ukuran kabupaten yang hanya berpenduduk 270 ribu jiwa lebih dari cukup. Penggunaan anggaran untuk pencegahan dengan membeli 1 Unit Mobile Laboratory Biosafety Level 2 (BSL) atau Mobil Swab senilai Rp 5 Miliar terkesan hanya untuk gagah-gagahan, karena mobile Swab tersebut hanya diparkir. Seharusnya segera lakukan tes massal agar upaya pencegahan bisa dilakukan.

Sampai saat ini meski kasus penularan Covid-19 di wilayah ini telah menembus angka 80 orang, jumlah sampel Swab yang diperiksa baru sebanyak 841 sampel (Data Gugus Tugas Penaggulangan Covid 19 Rejang Lebong, Senin 5 Oktober 2020). Sampel yang diperiksa tersebut pun bukan dilakukan menggunakan mobil PSL namun memanfaatkan Laboratorium RSUD Curup dengan menggunakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) dan Lab Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Padahal menurut Bupati Rejang Lebong mobil BSL ini memiliki 2 unit mesin real-time PCR dan mampu melakukan pengujian sampel swab sebanyak 200 sampel setiap harinya.

Permintaan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Bupati Rejang Lebong pada saat melauncing mobil PSL beberapa waktu lalu (6 Agustus 2020), agar pemda Rejang Lebong lebih agresif melakukan swab tes kepada warga hanya seperti angin lalu.

“Seringkali berlaku dalam teori penyakit pandemi adalah teori gunung es, yaitu ada puncak dan ada bagian bawah laut yang akarnya lebih besar, artinya mungkin ada angka yang tidak terditeksi. Sekarang kita tidak bisa hanya menunggu tapi harus mendatangi warga dan melakukan test. Manfaatkan alat yang sudah ada, datangi pasar pasar, lakukan test,” kata Mendagri kala itu.

Seharusnya untuk pengujian sampel hingga 10 persen dari total penduduk tidak membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga upaya pencegahan penularan covid bisa lebih cepat dilakukan. Jika pemerintah lambat melakukan Tacking meski memiliki alat yang memadai, penularan Covid 19 sulit dihindari. Anggaran yang sangat besar tersebut tidak berdampak apa apa untuk penanggulangan Covid 19 di Rejang Lebong.

Sumber:
https://pedomanbengkulu.com/2020/08/rejang-lebong-diminta-perbanyak-uji-sampel-covid-19/
https://bengkulu.antaranews.com/nasional/berita/1652902/mendagri-minta-daerah-perbanyak-pengujian-sampel-covid-19?utm_source=antaranews&utm_medium=nasional&utm_campaign=antaranews
https://republika.co.id/berita//qemzrk335/mendagri-minta-pemda-perbanyak-tes-covid-19
https://bengkuluprov.go.id/kunker-ke-bengkulu-mendagri-tito-karnavian-launching-mobil-tes-swab/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kunker-ke-bengkulu-mendagri-tito-karnavian-launching-mobil-tes-swab