PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Dalam penyelenggaraan Pilkada, pastinya tidak akan terbilang sukses apabila KPU Provinsi Bengkulu tidak dapat menggerakkan semua kalangan, untuk ikut berpartisipasi dalam hajatan akbar tersebut. Tak terkecuali, partisipasi dari masyarakat penyandang disabilitas sekalipun.

Lantas itu, KPU Provinsi Bengkulu menggelar sosialisasi pendidikan pemilih khusus di Ballroom Hotel Raffles City Bengkulu. Sosialisasi yang bekerjasama dengan Perkumpulan Mitra Masyarakat Inklusif dan DPD Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia itu, dihadiri puluhan masyarakat berkebutuhan khusus pada Kamis (22/10/2020) sekira pukul 09.25 WIB.

Setelah memberi penjelasan mengenai proses pemilihan, Ketua KPU Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra mengatakan partisipasi yang diharapkan ialah sebagai pemilih. Serta, memberi masukan agar KPU bisa membuat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang aksesibel.

“Agar kita bisa ramah bagi kaum disabilitas, dalam kesempatan ini kita juga menerima masukan dari mereka,” ungkap Irwan, pada Kamis (22/10/2020).

Sebenarnya, Irwan melanjutkan, sejak tahun 2019 lalu pihaknya telah menerapkan penggunaan TPS aksesibel. Namun, ia meyakini bahwa dalam hal itu pohaknya masih membutuhkan saran dan usulan-usulan, guna kenyamanan pemilih tersebut.

“Oleh karena itu, kita juga berharap mereka membantu KPU dalam menyebar-luaskan informasi tentang pemilihan serentak ini,” ucapnya.

Irwan menjelaskan, dalam data yang rangkum petugas KPU, pihaknya membagi menjadi empat kategori penyandang disabilitas. Diantaranya, disabilitas fisik, mental, intelektual dan sosial.

“Keempat penyandang disabilitas itu akan kita pastikan data dan dimasukan, dalam daftar pemilih tetap. Jumlah yang sudah terdata, sekitar 4.300 suara,” pungkas Irwan.

Kendati demikian, ternyata dalam proses pendataan petugas KPU juga mendapati kesulitan. Lantaran, tidak semua pihak keluarga yang bersedia menginformasikan tentang anggota keluarga yang menjadi penyandang, disabilitas tersebut.

“Kerap kita temui, mereka menyembunyikan data tersebut. Walaupun, diketahui bahwa diantara anggota keluarga mereka ada. Dan masyarakat melihat sendiri,” kata Irwan.

Sementara, Ketua Perkumpulan Mitra Ekslusif, Irna Riza Yuliastuti mengatakan dari hasil diskusi ternyata masih banyak hal yang harus diperbaiki. Agar tingkat partisipasi masyarakat berkebutuhan khusus, pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2020 ini lebih meningkat lagi.

“Untuk proses pendataan, memang terbilang sedikit sulit. Sebab, pendataan resmi untuk penyandang disabilitas sendiri baru akan dilaksanakan pada tahun 2020. Dengan instrument berbeda,” tutup Irna. [Alfi]