PedomanBengkulu.com, Mukomuko – Di momentum hari sumpah pemuda, Calon Wakil Gubernur Bengkulu nomor urut 1 Muslihan DS kembali melakukan Safari Desa ke Desa, untuk menyampaikan visi-misi dan 20 kunci kebahagiaan untuk masyarakat Provinsi Bengkulu. Safari kali ini berlangsung di kediaman Darmawan Desa Mekar Jaya, Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko, Rabu (28/10/2020).

Diusia yang tidak lagi mudah Muslihan tetap semangat dihari momentum Sumpah Pemuda dalam menyampaikan 20 kunci kebahagiaan jika terpilih nantinya. Demi sebuah pengabdian dan mensejahterakan Rakyat semangat sosok Muslihan tidak pernah Gentar. Begitulah yang bisa menggambarkan Cawagub Muslihan DS ini.

Dihadapan masyarakat Kecamatan Air Rami Muslihan menjelaskan kenapa dirinya bersama Helmi Hasan mencalonkan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu, dalam pemaparannya Muslihan mengatakan pencalonannya hanya ingin membahagiakan seluruh Masyarakat Provinsi Bengkulu terutama dirinya yang diusia tidak lagi mudah.

“Saya bersama Pak Helmi Hasan dalam mencalonkan Gubernur dan Wakil Gubernur hanya untuk membahagiakan, dengan 20 kunci kebahagiaan ini InsyaAllah seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu, baik di bidang Infrastruktur, Ekonomi, Pendidikan, Sosial Masyarakat, Kesehatan, dan di Sektor Komoditi masyarakat lainnya,” ungkap Muslihan.

Seperti saat ini sambung Muslim, sosok calon Gubernur Helmi Hasan adalah pemimpin yang fenomenal, merakyat, dirinya selalu hadir ditengah-tengah masyarakat seperti yang ia (Helmi) lakukan selama menjadi Walikota Bengkulu selama dua periode.

“Selama menjadi Walikota Pak Helmi Hasan selalu hadir di tengah-tengah Masyarakat, apapun masalah ditengah-tengah masyarakat beliau (Helmi) selalu selesaikan dengan program-program yang telah dibuat dan program tersebut sukses membahagiakan masyarakat di Kota Bengkulu tanpa menilai suku, ras, agam,” jelasnya.

Usai menjabarkan visi-misi dan 20 kunci kebahagiaan ala Helmi-Muslihan, salah satu perwakilan masyarakat, Untung Widodo menangkap satu program yakni 1000 jalan mulus, dirinya mengungkapkan keprihatinannya bahwasannya sejak tahun 1982 masih bagian dari Kabupaten Bengkulu Utara belum sama sekali menikmati pembangunan infrastruktur seperti jalan.

“Ketika nanti terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu, kami sebagai masyarakat Desa Mekar Jaya extranmigrasi mulanya mulai tahun 1982, yang dulu masih tergabung di Kabupaten Bengkulu Utara belum merasakan pembangunan infrastruktur. Dan kami sampai hari ini belum merasakan yang namanya jalan bagus seperti yang sampaikan pak Muslihan. Artinya dari tahun 1982 ke 2020 sudah 38 tahun jalan kami ini masi koral dan kami merasa belum merdeka,” ungkapnya.

Tidak hanya infrastruktur dibidang kesehatan kami juga terganggu akibat pembangunan infrastruktur yang tidak merata. Seperti ketika ada salah satu warga kami yang sakit ingin dibawa ke Rumah Sakit menjadi terhambat.

“Akibat pembangunan yang tidak merata akhirnya berimbas kepada masyarakat yakni dibidang kesehatan, kami kalau ingin membawa orang sakit juga susah keluar dari dalam pedesaan, maka dari itu kami sangat mengharapkan kalau terpilih nanti perhatikan kami pak,” pungkas Untung. [Soprian]